Mahatva Unpad Kibar Bendera di Puncak Gunung Binaya

Selasa, 25 Juni 2013 13:25 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

Logo Unpad Logo Unpad JAKARTA - Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG) Mahatva Faperta Unpad akan melakukan Ekspedisi Seram Safir Indonesia pada 11-25 Agustus 2013.

Ketua ekspedisi Khanif Alfian Irwanto berkata, ekspedisi kali ini akan menelusuri Taman Nasional Manusela, termasuk di dalamnya ada Gunung Binaya, di Pulau Seram, Kepulauan Maluku. Dipilihnya Taman Nasional tersebut didasarkan pada karakteristik lokasi yang sudah mewakili wilayah Indonesia Timur.

"Awalnya kami mau menjelajahi Papua, tapi setelah kita searching, ternyata Taman Nasional Manusela sudah mewakili tiga tipe vegetasi Indonesia Timur, dari mulai ketinggian 0 meter sampai 3.055 meter," ucapnya melalui laman Unpad, Selasa (25/6/2013).

Khanif melanjutkan, dasar pemilihan lokasi ekspedisi, yaitu Taman Nasional tersebut memiliki keunikan vegetasi endemik, khususnya pada bidang flora, seperti Anggrek Manusela dan Pakis Binaya yang ada di ketinggian Gunung Binaya. Sebagai mahasiswa Pertanian, dua flora endemik tersebut menarik perhatian para tim ekspedisi untuk meneliti lebih lanjut.

"Selain meneliti mengenai tanaman endemik, kita juga akan mengobservasi kondisi sosial budaya di sana, yaitu kehidupan masyarakat suku Alifuru. Suku unik yang tinggal di kaki Gunung Binaya," terangnya.

Lanjutnya, Taman Nasional Manusela sendiri belum banyak dikenal oleh publik, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Dari beberapa observasi yang dilakukan oleh tim, kebanyakan penelitian dan publikasi tentang Taman Nasional seluas 189 ribu hektare (ha) lebih banyak dilakukan oleh pihak asing.

"Pihak asing saja sudah respect akan keunikan Taman Nasional ini. Namun, nyatanya di Indonesia keberadaan Taman Nasional tersebut tidak banyak dikenal orang, apalagi dalam bidang penelitian," ujarnya.

Sudut pandang itulah yang menjadikan nama ekspedisi ini bernama Ekspedisi Seram Safir. Safir, sebuah batu permata yang indah, menjadi metafor dari keindahan Pulau Seram. "Pulau Seram itu batu safirnya Indonesia, sebuah keindahan yang memiliki banyak potensi ekonomi, budaya, dan penelitian ilmiah," lanjutnya.

Baik Khanif, Okky, dan rombongan tim ekspedisi lainnya, ekspedisi ini diharapkan bukan sekadar menjadi ekspedisi biasa, namun ada upaya untuk menjaga keindahan Safir Indonesia tersebut.

"Kami pun Insya Allah akan menggelar seminar untuk mempublikasikan hasil dari penelitian ekspedisi kami kepada publik," lanjutnya lagi.

Ketua Dewan Pengurus PMPR & PG Mahatva Okky Cahya Utama juga berpendapat, bahwa melalui ekspedisi ini mereka ingin Taman Nasional ini semakin banyak dikenal orang dan Unpad menjadi kampus pertama yang melakukan ekspedisi penelitian ke sana.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, tim pun akan melakukan upacara pengibaran bendera di Puncak Gunung Binaya. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป