Kurikulum 2013 : Guru Hanya Jadi "Tukang"

Selasa, 21 Mei 2013 07:05 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Kurikulum 2013 : Guru Hanya Jadi Ilustrasi : ist. JAKARTA - Sebagai salah satu tokoh penting dalam pelaksanaan dan penerapan kurikulum 2013, guru harusnya turut digandeng dalam perencanaan. Ironisnya, peran guru dalam kurikulum baru itu masih sangat minim.

Pendapat tersebut diungkapkan guru SMA Kolese De Britto Kartono pada Sarasehan Pancasila II “Strategi Implementasi Kurikulum 2013: Tantangan, Hambatan, Gangguan, Ancaman dan Peluangnya Dalam Upaya Penguatan Pancasila.” Menurut Kartono, guru lebih banyak sebagai pengguna atau tukang saja di dalam penerapan kurikulum itu.

“Sayangnya guru masih sebagai ‘tukang’ atau pelaksana saja. Padahal, nanti dalam implementasinya guru juga akan lebih banyak bertanya berapa jumlah mata pelajaran yang akan diperolehnya,” kata Kartono, seperti dikutip dari laman UGM, Selasa (21/5/2013).

Dalam dokumen kurikulum 2013 dijelaskan tentang tujuan seorang guru yang harus mampu menerjemahkan ide dan rancangannya menjadi proses pembelajaran yang baik. Apa yang dilakukan oleh guru harus memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu mampu membangun kecerdasan dalam ranah kognitif, sikap, dan psikomotorik.

"Sehingga pekerjaan pendidikan nasional seolah-olah hanyalah menjadi tanggungjawab guru atau pendidik saja," tandasnya. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »