Pengawalan Konstitusi Melalui Pergerakan Mahasiswa

Senin, 13 Mei 2013 09:29 wib | -

H.M. Imammullah El Hakim. (Foto: dokumentasi pribadi) H.M. Imammullah El Hakim. (Foto: dokumentasi pribadi) PEMUDA Indonesia adalah pilar negara. Hal ini disebabkan pemuda merupakan penggerak sekaligus aktor intelektual dalam kancah kenegaraan. Sebut saja era pra-kemerdekaan hingga hari ini, pemuda selalu mengambil peran dalam dinamika kenegaraan.

Salah satu entitas pemuda yang memiliki potensi adalah mahasiswa. Sebagai pemangku pendidikan tinggi, mahasiswa diharapkan menjadi insan akademis yang mampu membawa negara kearah yang lebih baik dan progresif. Oleh sebab itu, tri dharma perguruan tinggi mengandung nilai sosiolitas yang diwakili dalam nilai "pengabdian masyarakat".

Pada sisi lain, konstitusi sebagai supreme law of the land memiliki posisi strategis sebagai haluan negara. Munculnya Mahkamah Konstitusi juga menjadi bukti urgensi dari kedudukan Undang-Undang Dasar Negara sebagai dokumen politik hukum Indonesia.

Konstitusi penting untuk dikawal. Hal ini di antaranya disebabkan konstitusi mengandung perlindungan dan penjaminan atas hak asasi manusia. Sebut saja dalam Bab XA yang mengatur khusus tentang hak asasi manusia. Mulai dari hak yang bersifat fundamen seperti hak untuk hidup hingga hak berkomunikasi diwadahi dalam konstitusi. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa konstitusi harus dikawal.

Pengawalan konstitusi bukan hanya milik MK atau segelintir orang dan lembaga khusus saja, namun juga tugas mahasiswa. Oleh sebab itu, mahasiswa harus memainkan perannya sebagai the guardian of constitution mengingat hakikat mahasiswa sebagai intelektual muda.

Peran Mahasiswa sebagai the guardian of constitution

Pergerakan mahasiswa di Indonesia telah mencatat banyak sejarah. Sebut saja era kemerdekaan, gerakan 1966 hingga reformasi 1998 merupakan jejak historis mahasiswa dalam sejarah negara. Tantangan yang ada hari ini adalah bagaimana arah pergerakan mahasiswa di era yang sudah berubah 180 derajat ini.

Demonstrasi yang pada masa lalu kerap menjadi primadona aktualisasi mahasiswa, hari ini bisa jadi tidak jadi solusi lagi. Hard diplomacy yang dilakukan oleh mahasiswa justru menjadi bumerang di sosial masyarakat. Anarkisme yang tersisipi dalam pergerakan mahasiswa juga menjadi ancaman serius dimata masyarakat.

Maka dari itu, mahasiswa perlu menemukan jalan lain dalam penyikapan setiap isu kenegaraan. Diantara jalan tersebut adalah soft diplomacy yang mengedepankan diplomasi kooperatif dan solutif.

Mahasiswa dalam mengawal konstitusi setidaknya dapat dilalui melalui dua jalur antara lain pengawalan secara langsung (direct uphold) dan pengawalan secara tidak langsung (indirect uphold). Pengawalan secara langsung memiliki fungsi kontrol represif atas adanya peluang inkonstitusionalitas tindakan negara baik tindakan nyata maupun tindakan hukum.

Pengawalan ini dapat dilaksanakan dalam berbagai cara, di antaranya pengajuan Judicial Review oleh mahasiswa. Adapun pengawalan secara tidak langsung memiliki fungsi preventif. Sosialisasi, edukasi, dan penyikapan isu-isu yang dikandung dalam konstitusi seperti pemenuhan hak rakyat merupakan salah satu bentuk pengawalan tidak langsung oleh mahasiswa. Pengawalan ini memang lebih berfokus pada pencerdasan dan pengawalan jangka panjang.

Maka dari itu, pergerakan mahasiswa hari ini tidak boleh hanya berbasis isu-isu temporal, namun harus lebih visioner yakni berbasis konstitusi. Hal ini memang logis mengingat urgensitas pengawalan  konstitusi dan strategisitas peran mahasiswa di Indonesia, dalam mewujudkan bangsa yang lebih baik dan bermartabat.

H.M. Imammullah El Hakim
Presiden BEM KM Universitas Airlangga Masa Bakti 2013 (//ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป