Din Syamsuddin : Jangan Andalkan Tim Investigasi Kemendikbud

Senin, 06 Mei 2013 14:00 wib | Bramantyo - Okezone

Ilustrasi (Foto : Heru Heryono/Okezone) Ilustrasi (Foto : Heru Heryono/Okezone) SOLO – Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, untuk mencari penyebab kisruhnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013, jangan hanya mengandalkan hasil tim investigasi internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tetapi, perlu juga adanya investigasi yang dilakukan oleh tim independen.


“Pemerintah perlu membentuk tim investigasi independen dalam mencari permasalahan atas kisruhnya UN,” ujar Din Syamsuddin kepada wartawan seusai meresmikan Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, di Solo, Jawa Tengah.

Dengan adanya investigasi independen, menurut Din, akan lebih fair menunjukkan siapa yang terlibat dan termasuk mengungkapkan kemungkinan adanya tindak pidana korupsi. Siapa-siapa yang terlibat dan bersalah dalam kekisruhan pelaksanaan UN dari hasil investigasi, katanya, harus diberikan sanksi.

Meski demikian, Din menyatakan tidak sependapat kalau UN ditiadakan. "Karena evaluasi sangat diperlukan sebagaimana layaknya orang yang belajar juga perlu evaluasi. Untuk melakukan evaluasi sebaiknya masing-masing provinsi diberikan otoritas. Sehingga di antara provinsi akan saling bersaing untuk menunjukkan kualitasnya," paparnya.

Pada kesempatan itu, dia berpendapat, jenis soal pilihan ganda pada UN merupakan pemicu timbulnya isu bocornya kunci jawaban. Alangkah baiknya bila soal dalam bentuk esai.

“Masing-masing jawaban pasti akan berbeda, bahkan bisa menekan bocornya kunci jawaban,” imbuh Din.
(mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป