Besarnya BOPTN Tiap Kampus Negeri Berbeda

Sabtu, 04 Mei 2013 15:09 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist. JAKARTA - Sistem Biaya Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) masih menjadi pertanyaan bagi pihak perguruan tinggi. Kurangnya informasi menjadi salah satu minimnya pemahaman terhadap sistem yang diatur dalam Undang-Undang No12 Tahun 2013 tentang Pendidikan Tinggi itu.

Untuk itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menjelaskan mekanisme dan sebab-sebab diselenggarakannya sistem BOPTN dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Menurut Patdono, setiap perguruan tinggi berhak mendapatkan BOPTN dari pemerintah. Akan tetapi, jumlah dana yang diberikan berbeda antara perguruan tinggi yang satu dan yang lainnya. Perbedaan tersebut, lanjutnya, tergantung pada tiga hal.

"Pertama adalah standar nasional perguruan tinggi. Standar ini memberi pengaruh besar pada turunnya BOPTN. Jika PTN itu standarnya sudah bagus, maka dia mendapat BOPTN yang lebih besar," ujar Patdono, seperti disitat dari ITS Online, Sabtu (4/5/2013).

Kedua, kata Patdono, tergantung pada jenis program studi yang diselenggarakan. Kemudian, poin ketiga terkait indeks kemahalan wilayah kampus tersebut.

Dia menjelaskan, semakin sering sebuah perguruan tinggi bekerjasama dengan industri atau swasta, maka jumlah BOPTN yang diterima akan lebih banyak. Apalagi bila perguruan tinggi tersebut tidak membebankan uang gedung kepada mahasiswanya.

"Itu pun akan menambah BOPTN yang akan diterima. Selain itu, perguruan tinggi yang banyak menerima mahasiswa Bidik Misi juga akan mendapat nilai lebih," tambahnya. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป