Posko Anti Drop Out ala Kemendikbud

Jum'at, 03 Mei 2013 16:56 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone) Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone) JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh juga mengimbau kepada semua pencinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti.

"Kita ingin memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah," katanya, saat berpidato di Peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Jakarta.

Posko ini sendiri bagian dari upaya meneguhkan tema Hardiknas, dengan mengajak pencinta dunia pendidikan memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah.

Dia melanjutkan, posko ini bertujuan agar 173 kabupaten yang hingga kini masih belum tuntas program wajib belajar sembilan tahunnya, bisa teratasi.

"Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional Diknas sudah tercapai 99,47 persen pada 2011, tapi masih ada 173 kabupaten/kota yang APK-nya masih di bawah 95 persen. Gerakan membuka posko anti putus sekolah merupakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi persoalan itu," tukasnya.

Pemerintah, lanjut Nuh, melakukan afirmasi dengan membangun 4.330 ruangan kelas baru. Jumlah itu setara dengan pembangunan sebanyak 1.516 sekolah baru dan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.

"Insya Allah mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas," tuturnya.

Nuh mengartikan, penerapan kurikulum ini akan dilakukan bertahap dalam artian tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 dan kelas 4 untuk jenjang SD dan kelas 7 untuk SMP, serta kelas 10 untuk SMA dan SMK.

"Kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045," imbuhnya. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป