Baru 47% Dosen di Indonesia Tersertifikasi

Jum'at, 03 Mei 2013 06:10 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : Reuters Ilustrasi : Reuters JAKARTA - Tidak hanya guru, dosen pun harus melewati proses sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki serta meningkatkan taraf hidup yang lebih baik melalui tunjangan. Namun, dari 273 ribu dosen di Indonesia, baru 47 persen yang bersertifikasi.

Demikian diungkapkan Ketua Bidang Litbang dan P2M Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Firdaus Ali saat berdiskusi permasalahan terkait pendidikan di Universitas Prof. Dr. Hamka (Uhamka). "Baru 47 persen dosen dari 204 perguruan tinggi se-Indonesia yang sudah tersertifikasi," kata Firdaus selepas diskusi di Kampus Uhamka, Pasar Rebo, Jakarta Timur, kemarin.

Namun, lanjutnya, dosen sedikit lebih beruntung dibandingkan guru untuk menutup kebutuhan karena minimnya pendapatan. Sebab, seorang dosen masih bisa mencari penghasilan tambahan.

"Gaji dosen memang di atas UMP. Tetapi untuk sebuah negara, ini masih jauh dari standar. Bandingkan negara-negara lainnya. Di Malaysia, gaji dosen Rp4,8 juta, Singapura Rp9 juta, Jepang Rp13 juta, dan AS Rp31 juta," tambahnya.

Tidak hanya itu, dari 273 ribu dosen di Tanah Air, hanya delapan persen dosen yang telah menyandang titel S-3. Sementara negara tetangga, yakni Malaysia dengan total penduduk 28 juta, jumlah S-3 di Negeri Jiran tersebut mencapai 19 persen.

"Jumlah ini tidak rasional. Jumlah dan kualitas dosen harus diperbaiki. Dihitung dengan rasio mahasiswa. Idealnya, satu dosen mengajar lima mahasiswa. Baru kita bisa hasilkan kualitas pendidikan yang baik," papar Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Indonesia (UI) itu. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป