Bidik Misi Ditransfer Langsung ke Mahasiswa

Senin, 29 April 2013 17:37 wib | Neneng Zubaidah - Koran SI

Ilustrasi: ist. Ilustrasi: ist. JAKARTA - Beasiswa Bidik Misi mulai kini ditransfer langsung ke mahasiswa. Selama ini beasiswa selalu telat sehingga mahasiswa pun terpaksa berutang demi hidupnya.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi
(Dikti) Kemendikbud Illah Sailah mengatakan, anggaran beasiswa Bidik Misi sebelumnya tidak turun karena masih dibintangi Kementerian Keuangan. Mahasiswa mengeluhkan keterlambatan ini karena dana itu diperlukan untuk keperluan hidup. Kampus pun terpaksa menalangi dulu anggaran beasiswa ini.

Dia pun menyayangkan keterlambatan ini karena beasiswa merupakan anggaran rutin yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Kemendikbud lalu melakukan pendekatan ke pihak terkait agar beasiswa segera cair.

Hasilnya anggaran itu akhirnya turun. Illah menjelaskan, saat ini kampus sedang memproses pembukaan rekening mahasiswa agar beasiswa ini langsung ditransfer ke rekening mereka. Sebelumnya, beasiswa ditransfer dulu ke kampus lalu diserahkan ke mahasiswa.

"Sekarang sebagian besar mahasiswa sudah bisa tersenyum," kata Illah, Senin (29/4/2013).

Illah menerangkan, 81 PTN sudah selesai memproses rekening baru mahasiswanya. Anggaran yang ditransfer adalah Rp6 juta per semester per mahasiswa. Biaya itu digunakan untuk biaya hidup dan biaya kuliah. Illah menambahkan, total anggaran Bidik Misi mencapai
Rp548 miliar. Sedangkan jumlah penerimanya mencapai 88.142 mahasiswa. Sebanyak 86.210 mahasiswa berasal dari kampus negeri, sedangkan 1.932 mahasiswa berasal dari perguruan tinggi swasta.

Guna menghindari kemungkinan pemblokiran di masa mendatang, menurut Illah, Mendikbud Mohammad Nuh telah meminta sistem pencairan dana untuk beasiswa diberlakukan sama seperti sistem penggajian pegawai yang tidak mengalami pemblokiran.

"Mudah-mudahan tidak akan ada lagi mahasiswa yang mengeluh karena biaya hidupnya telat dibayarkan," harap Illah.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhamaloka mengakui adanya keterlambatan itu. Mereka pun terpaksa menalangi agar mahasiswa dapat kuliah sebagaimana mestinya. Dia mengungkapkan, total penerima Bidik Misi di ITB ada 1.850 mahasiswa. Surat edaran dari Dikti agar kampus membantu pembukaan rekening mahasiswa pun sudah diterima.

Menurut rencana, ujarnya, beasiswa akan disalurkan per tiga bulan sekali. Dia tidak menampik bahwa anggaran beasiswa selalu terlambat.
Namun yang istimewa pada tahun ini adalah semua anggaran Kemendikbud dibintangi sehingga sangat berpengaruh besar pada operasional kampus dan mahasiswa.

Akhmaloka menjelaskan, meski kampusnya menerima keputusan transfer langsung itu, dia mengaku akan kesulitan untuk menagih ke mahasiswa atas dana talangan beasiswa yang sudah diberikan per Januari lalu.

"Kalau dulu kan kami talangi dulu lalu pemerintah membayar ke kami. Sekarang dananya ditransfer ke mahasiswa. Bagaimana caranya kami menagih agar dana talangan itu balik lagi ke kami?" ungkapnya. (Neneng Zubaidah/Koran SI/rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป