Multisistem Silvikultur Terobosan IPB untuk Lingkungan Hidup & Ekosistem

Minggu, 28 April 2013 13:17 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

Reuni  Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB (HAE IPB)/Rachmad Harahap-Okezone.com Reuni Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB (HAE IPB)/Rachmad Harahap-Okezone.com BOGOR - Hutan di Indonesia sekarang-sekarang ini cukup bermasalah, seperti penebangan hutan secara liar (illegal logging), penebangan yang sewenang-wenang tanpa batas hanya karena memiliki izin, dan lain-lain. Pasalnya, hal tersebut berimbas pada lingkungan sekitarnya yaitu pemanasan global (global warming) akibat efek rumah kaca yang menyebabkan lapisan ozon bolong.

Dekan Fakultas Kehutanan IPB Bambang Hero Saharjo mengatakan, dengan Multisistem Silvikultur tidak ada lagi penebangan yang sewenang-wenang tanpa batas hanya karena memiliki izin. Sistem tersebut memperhatikan kepentingan lingkungan hidup sekitar dan ekosistemnya.

"Mengenai berbagai persoalan kehutanan yang muncul silih berganti, terkadang tanpa ujung yang jelas. Namun hal tersebut tidak menyurutkan Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB untuk berkiprah dalam pembangunan kehutanan Indonesia ke depan. Persoalan karut marut pengelolaan hutan yang tampak silih berganti, khususnya bagaimana mengelola hutan agar tetap berproduksi secara lestari tanpa mengurangi eksistensi keberadaan ekosistem setempat yang melindungi keberlangsungan hidup biodiversity. Kini mulai diselesaikan dengan menggunakan pendekatan Multisistem Silvikultur sehingga diharapkan tidak ada lagi penebangan yang sewenang-wenang tanpa batas hanya karena memiliki izin, namun benar-benar memperhatikan kepentingan lingkungan hidup dan ekosistemnya," ujarnya dalam acara reuni Akbar Konsolidasi Himpunan Alumni Fakultas kehutanan IPB (HAE IPB) di Saung Dolken Resort, Cimahpar, Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/4/2013).

Selain itu, lanjut Bambang Hero, terkait program pemerintah dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca khususnya yang bersumber dari beberapa hal, HAE IPB juga menciptakan pembangkit listrik ramah lingkungan.

"Telah pula dilakukan penggunaan biomassa yang bersumber dari pohon untuk pembangkit listrik. Sehingga emisi gas rumah kaca dapat ditekan serendah mungkin, termasuk pengurangan yang signfikan terhadap emisi gas rumah kaca dari fossil fuel," jelasnya.

Lanjutnya, Bambang Hero, biomassa yang digunakan sebagai sumber bahan baku pembangkit listrik tersebut dapat bersumber dari hutan rakyat, hutan tanaman rakyat dan lain-lain yang dapat diperbaharui. Sehingga tidak perlu kekhawatiran akan berkurangnya pasokan bahan bakar minyak.

"Mengurangi penebangan pohon misalnya dengan memanfaatkan produksi yang bersumber dari hasil non kayu (non wood forest product) seperti getah, gondorukem, dan lain sebagainya serta memanfaatkan jasa lingkungan yang dapat diperdagangkan merupakan aktivitas yang sudah dapat direalisasikan dan menjadi lebih meningkat lagi bila kegiatan “agroforestry” menjadi pilihan," lanjut Bambang Hero.

Bambang Hero menambahkan, bahwa kampus biodiversitas Fakultas Kehutanan (Fahutan) merupakan bagian dari aktivitas reklamasi tambang.

"Reklamasi tambang dan rehabilitas DAS juga merupakan suatu aktivitas yang juga dilakukan oleh Fahutan IPB disamping kegiatan lain seperti terwujudnya kabupaten konservasi, kampus biodiversitas dan lain sebagainya," imbuhnya. (fmh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป