Penyelenggaran UN Cacat Hukum

Selasa, 23 April 2013 20:36 wib | Nurul Arifin - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) SURABAYA - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menilai penyelenggaran Ujian Nasional (UN) telah cacat hukum. Sehingga UN harus dihapuskan. Artinya, sekolah harus menghilangkan ujian nasional itu.

Menurut Adam Syarief Tamrin, kordinator aksi demo tolak UN, sejak 2009 pelaksanaan UN telah cacat hukum. Ia menjelaskan, dalam amar putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah membuat keputusan tentang penyelenggaraan UN dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi nomor 377/PDT/2007/PT.DKI yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri nomor 228/Pdt.G/2006/PN.JKT.PST dengan memenangkan sejumlah pihak penggugat UN kepada pemerintah sebagai tergugat.

Dalam amar putusan tersebut, katanya, hakim menganggap pemerintah telah lalai dalam pemenuhan kebutuhan HAM di bidang pendidikan.

"Yakni pemerintah tidak memberikan fasilitas yang memadai baik dari segi peningkatan kualitas guru maupun fasilitas pendidikan terutama di daerah terpencil," kata Adam, saat demo di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (23/4/2013).

Artinya, dalam putusan itu pemerintah bisa kembali menggelar UN, jika telah dapat menjamin kualitas guru dan sarana pendidikan di daerah tertinggal sama dengan kondisi di perkotaan. "Sistim pendidikan yang diamanahkan oleh UUD 45 dan UU Nomer 20 Tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional dan menyikapai UN 2013, Kami pelajar Muhammadiyah menilai bahwa UN telah gagal," tegasnya.

IPM mendesak kepada pemerintah untuk segara mengindahkan putusan MA dengan menghapus UN. Termasuk aksi kali ini adalah mengingatkan, bahwa pelaksanaan UN merupakan inskonstitusional. "Pemerintah harus menghapus UN jika ingin memperbaiki sistim pendidikan nasional," ujarnya.

Dalam demo kali ini, tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas di depan gedung Grahadi. Pasalnya, para pelajar memilih berada di atas trotoar sambil berorasi. Dalam aksi tersebut, ditutup dengan teatrikal yang menggambarkan kesengsaraan pelajar sebagai kelinci percobaan demi kepentingan segelintir orang. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป