UN Jangan Dihapus, Tapi...

Rabu, 17 April 2013 08:21 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

UN Jangan Dihapus, Tapi... Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) JAKARTA - Guru matematika di SMAN 4 Sofia Dewi, menyatakan ketidaksetujuannya apabila ujian nasional (UN) dihapuskan karena tidak ada standarisasi kemampuan dari pelajar.

"Saya tidak setuju UN dihapus, menurut saya harus tetap ada standarisasi kemampuan setiap anak. Hanya sebaiknya kelulusan itu disamaratakan dengan kriteria-kriteria yang ada," tuturnya kepada Okezone, Rabu (17/4/2013).

Lanjut Sofia, jikalau UN dihapus, ini berarti seluruh siswa-siswi ke depannya tidak akan mempunyai kemampuan yang standar.

"Kalau dihapuskan malah tidak jelas, tidak ada kemampuan standar. Kriterianya dilihat dari kemampuan kognitif, mudah-mudahan ini bisa diterapkan sehingga murid lulus dari segi kualitasnya," kata Wakil Kepala Sekolah itu.

Sofia pun berharap UN akan selalu ada. Hanya saja, sistemnyalah yang harus diubah menjadi lebih baik lagi.

"Saya mengharapkan semua murid lulus 100 persen, kalau tidak ada UN berarti tolak ukur tidak ada. Mungkin ada juga kendalanya UN seperti daerah-daerah yang jauh dari Jakarta atau daerah-daerah pelosok, minimnya fasilitas, dari segi kompetensi gurunya, dan perhatian dari keluarga mengenai pendidikan. Jadi, banyak faktor untuk mengeratakan muridnya," imbuhnya. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป