Tolak Kurikulum 2013

Kayuh Sepeda Ontel, Pak Guru Slamet Cari Presiden

Jum'at, 12 April 2013 11:56 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

Pak Guru Slamet bersepeda ontel untuk menemui Presiden SBY. (Foto: Faisal/Okezone) Pak Guru Slamet bersepeda ontel untuk menemui Presiden SBY. (Foto: Faisal/Okezone) JAKARTA - Mengenakan baju safari dan kopiah hitam serta mencangklong tas cokelat, Slamet mengayuh sepedanya pelan-pelan. Dimulai dari Balaikota, kayuhan Slamet mantap ke satu tujuan satu, istana negara.

Ditemani rekan-rekan sejawatnya, figur guru ini hendak menyampaikan surat penolakan atas kurikulum 2013 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Inti surat yang diusung Koalisi Tolak Kurikulum 2013 itu adalah meminta presiden untuk membatalkan kurikulum 2013.

Koalisi ini terdiri dari organisasi guru seperti Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), orangtua murid, sekolah tanpa batas, koalisi pendidikan, dan praktisi pendidikan. Sekjen FSGI Retno Listyarti menegaskan, presiden harus menolak kurikulum 2013 untuk diperbaiki dan dicoba lagi tahun depan.

"Jika presiden menolak membatalkan, maka kami akan terus melakukan aksi penolakan kurikulum ini," kata Retno, dalam aksi penolakan kurikulum 2013 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).

Retno juga menyentil tentang anggaran kurikulum 2013 yang sangat besar. Menurutnya, anggaran kurikulum 2013 ini hanyalah pemborosan uang rakyat.

"Dengan harga selangit, Rp2,49 triliun, kurikulum 2013 cuma memboroskan uang rakyat. Anggaran yang terus membengkak juga rawan dikorupsi," imbuhnya.

Aksi damai ini mendapat pengawalan dari pihak kepolisian dan berjalan kondusif. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป