Jelang UN

Siswi Hamil? Keluarkan Saja!

Jum'at, 05 April 2013 06:13 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) JAKARTA - Siswi hamil yang mengikuti ujian nasional (UN) menjadi pro kontra bagi sebagian kalangan. Tahun ini, boleh saja siswi hamil ikut UN, namun tahun berikutnya akan dikenakan sanksi. Lho?

"Dari pihak sekolah memang tidak ada larangan untuk siswi hamil ikut UN. Tapi pertanyaannya, bagaimana supaya hal tersebut tidak terjadi lagi untuk tahun-tahun berikutnya," ujar Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Soedijarto, kepada Okezone, Jumat (5/4/2013).

Soedijarto bahkan meminta pihak sekolah memikirkan pemberian sanksi. Selain itu, apabila memang akan diberikan hukuman, harus ada pembicaraan yang mendalam kepada siswi hamil yang telah melanggar aturan itu.

"Dipikirkan lagi untuk memberikan sanksi kepada siswi hamil yang paling ampuh supaya siswi-siswi yang lainnya tidak meniru hal seperti itu," tegasnya.

Nah, demi mengantisipasi hal itu, dia menyarankan, sebaiknya sanksi yang diberlakukan untuk siswi hamil dikeluarkan dari sekolah. Namun, sanski tersebut diberikan jika siswi tersebut melakukan seks bebas.

"Jika siswi hamil karena melakukan seks bebas, harus diberikan sanksi, yaitu dikeluarkan dari sekolah. Ini jika memang benar-benar melakukan hubungan seks bebas," katanya.

Soedijarto pun menegaskan, sebaiknya sanksi yang diterapkan bagi siswi hamil di luar nikah menjadi sebuah aturan nasional. Karena, bagi dia, sekolah tidak sekadar tempat belajar dan menghafal, namun juga harus menerapkan moralitas.

"Banyak sekolah dari pembelajarannya bukan membentuk sikap, seharusnya sekolah itu menciptakan suasana budaya moralis. Kalau ada siswi yang hamil berarti dari sekolahnyalah yang salah karena tidak membentuk sikap dan moralitas murid-muridnya," tuturnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป