Kurikulum 2013

Pendidikan di Indonesia Tak Mengacu Amerika

Rabu, 27 Maret 2013 18:53 wib | Rachmad Faisal Harahap - Okezone

Ilustrasi. (Foto: shutterstock) Ilustrasi. (Foto: shutterstock) JAKARTA - Kurikulum 2013 dirumuskan dalam Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Oleh karena itu, keberadaannya tidak layak dipermasalahkan.

"Kita tidak bisa mengacu (pendidikan) pada filosofi di Amerika, kita mengacu pada UU Sisdiknas. Katanya berbasis kompetensi amanat UU, masa harus dilakukan kalau tidak melanggar UU," tutur Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Prof. Dr. Ir. Abdullah Alkaff, M.Sc., Ph.D, di Ruang Rapat Kepala PIH, Gedung C lantai 4 Kemendikbud, Jakarta (27/3/2013).

Senada dengan yang diucapkan Abdullah, Kepala BPSDM-PMP Kemendikbud Syawal Gultom juga mengatakan jika rekonstruksi Kurikulum 2013 mengacu pada filosofi pendidikan yang esensial. "Kita rekonstruksi kompetensi mata pelajaran," tukas Syawal singkat.

Syawal mencontohkan, dalam selain akan berubah, mata pelajaran dalam Kurikulum 2013 akan disempurnakan.

"Misalnya, kompetensi Matematika jangan dikaitkan dengan sikap. Kurikulum 2013 pintu masuk untuk mempelajari sistem pendidikan, yang menjadi platformnya seperti IPS mengacu pada mata pelajaran geografi dan IPA mengacu pada biologi karena belajar biologi otomatis belajar pula fisika dan kimia," jelas Syawal.

Di sisi lain, Kurikulum 2013 ini dinilai sebagai jalan mengevaluasi guru. "Kami berharap kurikulum ini jalan masuk, sebagai evaluasi perbaikan guru. Pelatihan guru belum dilaksanakan karena butuh kesabaran," tambah Kabalitbang Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป