Wah, Baru 2% Guru yang Inovatif!

Senin, 18 Maret 2013 09:13 wib | Bramantyo - Okezone

Dari sekira 5,6 juta guru di Indonesia, baru dua persen yang inovatif. (Foto: dok. Okezone) Dari sekira 5,6 juta guru di Indonesia, baru dua persen yang inovatif. (Foto: dok. Okezone) SOLO – Kurikulum 2013 adalah kurikulum teknologi. Oleh karena itu, tidak cukup bagi guru hanya menguasai teknologi informasi komunikasi, tetapi juga penting menjadi inovatif.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar, Ph.D, menyatakan bahwa saat ini masih sangat banyak guru yang tidak inovatif. Padahal, guru bisa memanfaatkan internet untuk mengembangkan inovasi.

"Di antara 5,6 juta guru di Indonesia, baru sekira dua persen guru yang inovatif. Artinya 98% tidak inovatif," ujar Haris Iskandar saat bertemu wartawan, di Solo, Jawa Tengah.

Selanjutnya, kata Harris, kita tinggal belajar tentang kompetensi abad 21. Sehingga bagi guru yang modern, ketika kurikulum berubah, mereka sudah siap melaksanakannya dari sekarang.

Harris menilai, kunci kelancaran kurikulum 2013 mendatang ada pada guru. Kita pun, imbuhnya, harus memiliki harapan yang tinggi pada guru, seperti halnya seorang guru memiliki harapan serupa terhadap anak didiknya.

"Meskipun hasil uji kompetensi guru masih rendah, tetapi kita mesti memiliki harapan yang tinggi terhadap guru. Dengan harapan tinggi, mudah-mudahan kinerja guru juga tinggi," imbuhnya.

Selain itu, Harris juga mengingatkan bahwa kita harus berani melakukan tindakan, dan tidak menyerah hanya pada insiden.  Dia mengilustrasikan, pada uji kompetensi guru (UKG) tempo hari ada sekira 4.000 guru salah mengisi soal ujian. Menurutnya, masyarakat Indonesia seharusnya tidak terpukul hanya karena insiden itu.

"Karena jika melihat jumlah guru yang 5,6 juta orang, persoalan 4.000 guru yang salah mengisi adalah insiden yang terlalu kecil," ujarnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป