Jenazah Chavez Telat Dibalsam

Kamis, 14 Maret 2013 11:26 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Peti jenazah Chavez diiringi pendukungnya (Foto: AP) Peti jenazah Chavez diiringi pendukungnya (Foto: AP) CARACAS - Presiden sementara Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, jenazah mantan Presiden Hugo Chavez sepertinya tidak akan dibalsam secara permanen. Menurut Maduro, keputusan untuk melakukan pembalsaman sudah telat dan jasad dari Chavez tidak dipersiapkan tepat waktu.

"Keputusan tersebut harusnya bisa diambil lebih cepat. Keputusan itu diambil bukan karena politik, tetapi lebih karena rasa cinta kami," ujar Maduro, seperti dikutip Associated Press, Kamis (14/3/2013).

Chavez wafat pada 5 Maret lalu, tetapi keputusan untuk mengawetnya jasadnya baru diumumkan dua hari kemudian. Rencananya, jasad Chavez yang sudah dibalsam akan dipamerkan di sebuah museum militer yang letaknya tidak jauh dari istana kepresidenan.

Tetapi meski proses pembalsaman ini dinilai telat, Maduro tetap menginginkan jasad Chavez untuk dipamerkan. "Ahli-ahli dari Rusia, Jerman dibawa untuk membantu proses pembalsaman dan memberikan saran kepada kami bahwa proses tersebut sulit dilakukan," tutur Maduro.

Seorang ahli pembalsaman dari Kolombia Camilo Jaramilo mengatakan, untuk menunda pembusukan, jasad harus diberikan zat kimia beberapa jam setelah kematian. Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah jasad itu disimpan di ruang pendingin dengan temperatur mencapai 5 derajat celsius.

Selama sepekan setelah kematiannya, jenazah Chavez dipamerkan di akademi militer Venezuela. Pembalsaman ini dilakukan mengikuti proses dari pemimpin dunia lainnya seperti Vladimir Lenin, Ho Chi Minh dan Mao Tse Tung.

Maduro mengatakan, keputusan pembalsaman itu dipengaruhi oleh para pemimpin negara lain yang datang ketika Chavez wafat. Tetapi Maduro tidak menyebutkan siapa pemimpin dunia yang memberikan ide tersebut. Tepat di hari wafatnya Chavez adapun pemimpin yang hadir adalah Presiden Bolivia Evo Morales, Presiden Uruguay Jose Mujica dan Presiden Argentina Cristina Fernandez.

Ada satu teori yang menyebutkan mengapa Pemerintah Venezuela tiba-tiba merubah pikirannya mengenai pembalsaman. Dalam beberapa rekaman video sebelum kematiannya, Chavez sering mengutarakan dirinya ingin dikuburkan di kota kelahirannya, Sabaneta. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป