Candy Datang dari Australia Ingin Jadi Guru di Indonesia

Jum'at, 08 Februari 2013 12:27 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Candy, mahasiswi Ilmu Pendidikan di Flinders University, Australia. (Foto: Rifa Nadia Nurfuadah/Okezone) Candy, mahasiswi Ilmu Pendidikan di Flinders University, Australia. (Foto: Rifa Nadia Nurfuadah/Okezone) JAKARTA - Jauh-jauh datang dari Australia, cewek bule ini ternyata ingin menjadi guru di Indonesia. Kok bisa?

Candy, demikian dia biasa disapa, saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi Ilmu Pendidikan di Flinders University, Australia. Dia mengaku, sudah mengenal Indonesia sejak usia dini.

"Saya diperkenalkan dengan bahasa Indonesia sejak di sekolah dasar," kata Candy ketika ditemui Okezone di sela-sela Dialog Pemuda Indonesia-Australia di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Kecintaan Candy terhadap Indonesia pun terus tumbuh. Di kampus, dia khusus mempelajari bahasa Indonesia. Bahkan dia juga sudah beberapa kali mengunjungi Indonesia.

"Saya jatuh cinta dengan budayanya," ujar Candy seraya tersenyum.

Kecintaan gadis berambut merah ini terhadap budaya Indonesia juga ditunjukkan dengan mempelajari seni gamelan dan menyimak berbagai film Indonesia. Semakin dia mengeksplorasi Indonesia, keinginannya untuk terikat dengan Indonesia pun semakin kuat. Akhirnya, tahun depan setelah lulus kuliah, Candy berencana akan melamar kerja di Indonesia sebagai guru bahasa Inggris.

Awalnya, Candy ingin mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia di negaranya. Tetapi kemudian dia memutuskan untuk mengajar dan menetap di Indonesia.

"Ini bukan keputusan instan, butuh waktu bagi saya untuk memutuskan hal ini. Dan keinginan ini adalah sesuatu yang tumbuh di dalam hati saya sejak lama," ujarnya.

Meski belum lulus kuliah, gadis yang sudah mengunjungi banyak daerah di Indonesia ini sudah pernah merasakan mengajar di Indonesia. Candy menjalani program magangnya di salah satu sekolah di Yogyakarta. Bahkan, pihak sekolah tersebut pun membuka pintu mereka untuk Candy.

"Saya diminta untuk datang lagi, mengajar di sana setelah lulus. Tapi, bagaimanapun, saya siap ditempatkan di sekolah mana pun di Indonesia," imbuhnya. 

Dalam Dialog Pemuda Indonesia-Australia ini, Candy dan grupnya membahas kebijakan pendidikan oleh pemerintah kedua negara. Sesuai latar belakangnya sebagai mahasiswi pendidikan, Candy menyarankan agar "travel warning" bagi pelajar Australia untuk ke Indonesia segera dicabut. Travel warning ini, kata Candy, utamanya diterapkan pemerintah kepada para pelajar dan mahasiswa dari institusi pendidikan negeri. Tetapi, pelajar dari sekolah dan kampus swasta cenderung lebih bebas.

Menurutnya, pertukaran budaya dan pengetahuan antara Indonesia dan Australia akan sulit terjadi jika hanya pelajar Indonesia yang ke Australia, tetapi tidak sebaliknya. Candy sendiri menganggap, Indonesia relatif aman bagi para pelajar.

"Beberapa daerah di Indonesia mungkin enggak aman, tapi tidak semua. Ini kebijakan yang perlu segera diubah," tuturnya.
(rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป