Kemendikbud Bedah Implementasi Kurikulum 2013

Jum'at, 08 Februari 2013 11:01 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

(Foto : Margaret Puspitarini/Okezone.com) (Foto : Margaret Puspitarini/Okezone.com) JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK). Kegiatan yang berlangsung pada 11 dan 12 Februari mendatang itu sekaligus mencanangkan pelaksanaan Kurikulum 2013.
 
Tahun ini, tema yang diangkat dalam RNPK, yaitu Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan, terutama yang terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
 
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na'im mengungkapkan, RNPK 2013 bertujuan menganalisis masalah dan mencari solusi atas berbagai masalah pendidikan, khususnya di bidang program tahun berjalan, yakni 2013.
 
"RNPK ini penting karena bertepatan dengan momentum berakhirnya RPJMN. Kita harus melihat kembali target RPJMN, sejauh apa yang telah kita raih serta target yang belum tercapai dan bagaimana cara untuk mengatasinya," ujar Aninun Na'im di Gedung C Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2013).
 
Pada kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekira 1.003 peserta itu, Ainun menyebutkan, ada lima topik penting dari program prioritas pendidikan dan kebudayaan nasional. Pertama, implementasi kurikulum 2013.
 
"Akan kita bahas dan pikirkan bersama dengan peserta bagaimana pelaksanaan kurikulum 2013. Bagaimana menyiapkan buku dan para guru untuk implementasi kurikulum baru tersebut," paparnya.
 
Kedua, lanjutnya, terkait implikasi atau amanah pemberlakuaan Undang-Undang (UU) nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (PT). Dia menjelaskan, pembahasan mengenai topik tersebut meliputi perluasan akses anak-anak Indonesia untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
 
"Bagaimana perluasan akses terkait kesempatan untuk memperoleh pendidikan, yakni perluasan kapasitas (kuota) di perguruan tinggi, akses pembangunan pendidikan tinggi di daerah tertinggal, bantuan bagi mahasiswa yang tidak mampu, serta pembangunan akademi komunitas," tutur Ainun.
 
Topik ketiga, kata Ainun, berkaitan pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU). "Program ini bertujuan untuk mendorong anak-anak Indonesia untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA/SMK," imbuhnya.
 
Keempat, tambahnya, pembahasan mengenai tata kelola. Topik ini mengupas bagaimana mengelola pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien serta bebas korupsi.
 
Terakhir, topik yang dibahas dalam RNPK 2013 adalah menyangkut pelayanan kebudayaan. Hal tersebut meliputi upaya pelestarian, penghayatan, dan penanaman nilai-nilai budaya bangsa.
 
"Tidak hanya itu, kita akan membahas internasionalisasi budaya untuk memperpanjang akar budaya. Kemudian membuka pusat budaya dan bahasa Indonesia di luar negeri," urai Ainun.
 
Pada kegiatan rutin tahunan tersebut sejumlah pembicara yang akan memberikan arahan dan paparan, yakni Sofyan Efendi, Wali Kota Surabaya. Tri Rismaharani, dan Gubernur Kalimantan Timur.
 
(rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป