1.051 Guru Tidak Lulus Pendidikan dan Latihan Profesi

Rabu, 26 Desember 2012 12:57 wib | Bramantyo - Okezone

Ilustrasi: guru mengajar. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) Ilustrasi: guru mengajar. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) SOLO – Sebanyak 1.051 guru dinyatakan tidak lulus Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2012. PLPG yang digelar Rayon 113 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diikuti total 10.065 guru.
               
"Ada sekira 10% yang tidak lulus. Namun hasil itu masih lebih baik bila dibanding prosentase secara nasional yang mencapai sekira 15 persen," ungkap Wakil Sekretaris Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 113 UNS tahun 2012, Prof. Dr. rer nat. Sajidan, MSi saat bertemu Okezone, di Solo, Jawa Tengah, kemarin.
               
Tahun 2012 ini, kata Sajidan, UNS menggelar PLPG dari 23 kabupaten atau kota. Di antaranya, Klaten, Barito Selatan, Barito Timur, Blora, Jepara, Waringin Barat, Waringin Timur, Sragen, Solo, Sukoharjo, Demak, Karanganyar, dan Kudus. Dari total 10.065 guru peserta, 9.909 guru atau sekitar 88,5 persen dinyatakan lulus. Sedangkan 53 guru lainnya terpaksa ditunda kelulusannya karena tidak hadir.

"Bagi yang lulus mendapatkan sertifikat PLPG," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk persyaratan lulus, maka peserta harus memenuhi skor minimal 42 pada Skor Ujian Tulis Nasional (SUTN). Bagi yang belum lulus pada SUTN, peserta diberikan kesempatan mengulang maksimal tiga kali.

"Bila skor kurang dari 42, berapa pun nilai ujian praktik dan skor lain yang diraih guru, tetap tidak bisa meluluskannya," kata Sajidan.

Dia mengimbuh, guru yang telah lulus PLPG harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Uji Kompetensi Awal (UKA) dan Uji Kompetensi Guru (UKG). 
(rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป