Bagaimana Arah Kurikulum Baru di 2013?

Senin, 26 November 2012 14:03 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi: siswa belajar di ruang kelas. (Foto: Heru Haryono/Okezone) Ilustrasi: siswa belajar di ruang kelas. (Foto: Heru Haryono/Okezone) JAKARTA - Apa perbedaan mendasar antara kurikulum saat ini dengan kurikulum baru yang masih dalam penggodokan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)? Ke mana sesungguhnya arah kurikulum yang rencananya akan diterapkan tahun ajaran mendatang itu?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyebut, arah kurikulum baru sangat jelas. "Kita ingin meningkatkan dan menyeimbangkan kompetensi adik-adik, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang didasari oleh tiga pilar utama, yakni kreativitas, inovasi, dan produktif dengan jiwa ke-Indonesiaan," tutur M Nuh seusai upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2012 di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2012).

Menurut M Nuh, pemilihan tiga hal tersebut sebagai pilar dalam kurikulum didasarkan pada tantangan yang akan dihadapi di masa depan. Karena tantangan berubah, maka harus ada antisipasi agar tidak ketinggalan zaman dan mereka justru menjadi orang-orang asing.

"Misalnya, prosesor 386 yang tidak bisa menjawab persoalan saat ini atau masa depan karena tidak ada kapasitas yang memadai. Maka, kita mencoba membaca persoalan ke depan," imbuhnya.

Berkaitan dengan maraknya tawuran dan konflik yang melanda baik di kalangan pelajar maupun warga, lanjutnya, perlu ditanamkan nilai-nilai ke-Indonesiaan dalam kurikulum. Cara itu dilakukan dengan memasukan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

"Kenapa Pramuka, bukan kegiatan seni atau budaya? Pramuka itu universal dan bisa diterima berbagai kalangan. Sementara seni dan budaya belum tentu. Namun tetap ada perbedaan pendapat. Kami ingin memasukan satu 'instrumen' utk menjahit berbagai elemen," urai M Nuh.

Kabalitbang Kemendikbud Khairil Anwar menyatakan, kurikulum harus terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Namun, katanya, untuk kasus khusus, seperti daerah tertinggal, terluar, dan terdepan, akan menggunakan kurikulum khusus pula.

"Bagaimana menyesuaikan model pembelajaran dengan kondisi lingkungan. Akan ada training khusus guru dan memperkuat yang mereka butuhkan untuk membantu mereka menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ada," kata Khairil. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป