Jelang Pilrek UI

Lobi-Lobi Politik Kampus Makin Gencar

Senin, 03 September 2012 16:55 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

Image: Corbis Image: Corbis DEPOK – Kekuatan peta politik kampus menjelang pemilihan rektor (pilrek) Universitas Indonesia (UI) makin tersebar ke sejumlah bakal calon. Lobi-lobi politik pun sudah mulai gencar dilakukan oleh para bakal calon tersebut.

Senat Akademik Universitas (SAU) UI nantinya akan menyaring bakal calon yang mendaftar selama pendaftaran rektor menjadi lima orang. Kelima calon inilah yang akan dipilih oleh Majelis Wali Amanat (MWA).

"Pihak yang memilih adalah rektor, dari SAU ex officio dekan. Masing-masing fakultas juga bisa ajukan lima pemilih, salah satunya dekan. Jadi, dikali 12 fakultas, total suara ada 60. Selain itu, hak suara juga dimiliki tiga wakil rektor, kepala perpustakaan, ketua pasca sarjana, dan rektor yang sedang menjabat," jelas Wakil Rektor I UI Muhammad Anis di ruang kerjanya, Senin (3/9/2012).

Pemilihan di SAU akan dilakukan dengan cara voting. Menurut Anis, semua dekan memiliki hak suara di tingkat SAU. Dengan begitu, semua kemungkinan bisa terjadi, dan calon mana pun dapat terganjal di sini.

“Lobi-lobi itu berjalan, lobi-lobi sebelum rapat juga biasa. Tapi kan yang menentukan MWA. Menteri abstain juga bisa. Dan suara menteri 35 persen juga bisa dibagi-bagi porsinya saat di tingkat seleksi MWA," jelasnya.

Saat ini, pascajabatan Gumilar Rusliwa Somantri habis pada 14 Agustus lalu, Mendikbud menunjuk Dirjen Dikti Djoko Santoso untuk menjadi Pejabat sementara (Pjs) rektor UI. Djoko kemudian menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Muhammad Anis jika Pjs rektor berhalangan tugas.

"Ini keinginan Pak Djoko PJs agar ada Plh, kebetulan saya yang ditunjuk. Kalau Beliau sedang bertugas di luar Jakarta atau luar negeri, tak ada di tempat, otomatis tugasnya dialihkan ke Plh yang ditunjuk," tandasnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป