NEWS KAMPUS

Jepang Sponsori Penelitian 6 Mahasiswa Doktor UGM

Sabtu, 01 September 2012 18:07 wib
Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone
Foto: dok. UGM Foto: dok. UGM

JAKARTA - Sebagai negara dengan tingkat kepedulian terhadap bencana yang sangat tinggi, Jepang pun menaruh perhatian pada penelitian tentang tanggap bencana. Salah satu perhatian Jepang ditunjukkan dengan "mensponsori" penelitian enam mahasiswa doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bidang mitigasi bencana.

Penelitian bertajuk "Developing Model of University - Community Collaborative Information Management for Evacuation Preparedness in Tourism Destinations : CaseStudy Kyoto-Japan and Yogyakarta-Indonesia" yang diusung Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut dianugerahi research grant (dana riset) dari Japan Society Promotion of Science (JSPS).

Fasilitas dana riset ini akan digunakan enam mahasiswa program doktor di Fakultas Geografi UGM dan Asisten Peneliti Muda PSBA UGM untuk meneliti di Jepang. Penelitian tersebut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, yakni pada 3-12 Oktober 2012. Penelitian kolaboratif ini juga akan melibatkan delapan mahasiswa doktoral dari Research Center for Disaster Mitigation of Urban Cultural Heritage (DMUCH) Ritsumeikan University di bawah bimbingan Prof. Dr. Kanegae.

Pemimpin tim dua negara ini, Prof. Dr. Sudibyakto, bertutur, tim peneliti akan mempelajari penerapan model yang dikembangkan UGM dalam Program Pengurangan Risiko Bencana akibat Gempabumi dan Letusan Gunungapi Merapi. Tim akan meneliti di Daerah Tujuan Wisata Kota Gede, Candi Borobudur, dan Parangtritis.

"Penelitian ini diharapkan menghasilkan Panduan Mitigasi Bencana untuk turis yang sedang berkunjung di lokasi wisata dan daerah-daerah yang berpotensi rawan terhadap bencana alam," ujar Sudibyakto, seperti dinukil dari laman UGM, Sabtu (1/9/2012).

Tidak hanya itu, penelitian ini juga akan melibatkan partisipasi masyarakat di sekitar lokasi wisata untuk mengelola risiko bencana. Mereka akan dibekali pengetahuan tentang penilaian potensi bencana, penyusunan peta rawan bencana, mengomunikasikan risiko di antara pelaku dan masyarakat, menyusun peta jalur evakuasi, hingga mengelola risiko bencana yang akan dihadapi. (rfa)


Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • agus cihui » 0 Tanggapan
    nah,,,,,, itu baru kabar yang menggembirakan bagi NKRI.... tapi mengapa harus disponsori dari negara lain? apa negara kita tak mampu mensponsori para peneliti kegara sendiri? ironis
    Beri Tanggapan Laporkan
  • adul » 0 Tanggapan
    maju indonesia. jangan kalah sama negara lain
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

SPEAK UP

Duh, Pusing Pilih Jurusan Nih

Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.

BACA JUGA »