Banyak Kendala, Siti Keukeuh Kuliah di ITS

Senin, 20 Agustus 2012 10:03 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Banyak Kendala, Siti Keukeuh Kuliah di ITS Foto : ITS JAKARTA - Di mana ada kemauan pasti ada jalan. Pepatah ini rasanya sesuai untuk menggambarkan perjuangan dara asal Solok, Papua, Siti Qomariyah agar bisa menjadi mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.  
Walaupun bukan warga asli Papua, tapi Siti telah tinggal di pulau yang kaya akan bahan tambang itu sejak usia lima tahun. Latar belakang keluarnya yang berasal dari Lamongan membuat Siti mudah beradaptasi dengan situasi baru di Surabaya.
 
Keprihatinan akan kondisi pertambangan di Indonesia yang banyak dikuasai pihak asing menantang Siti untuk memperbaiki keadaan tersebut. ''Saya benar-benar ingin masuk di Jurusan Teknik Material,'' ujar Siti, seperti disitat dari ITS Online, Senin (20/8/2012).
 
Setelah mencari informasi dari berbagai sumber, empat perguruan tinggi pun menarik perhatiannya, yaitu ITS, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Namun, tantangan terbesar justru datang dari keluarganya sendiri. Orangtuanya lebih menyetujui Siti mengikut kursus busana atau kuliner. Jarak kampus yang jauh dari rumah pun turut menjadi pertimbangan tersendiri bagi orangtua Siti untuk memberikan izin.
 
Akibatnya, Siti sempat pasrah untuk tidak melanjutkan kuliah. ''Sampai hari kelima sebelum Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan ditutup, saya belum daftar. Tapi untungnya teman-teman memaksa saya untuk daftar,'' paparnya.
 
Setelah melakukan diskusi lebih lanjut dengan kedua orangtua, Siti akhirnya mendapatkan izin untuk berkuliah di daerah Surabaya. Dia pun mengikuti SNMPTN jalur undangan untuk ITS dan Universitas Airlangga (Unair). Akan tetapi, Siti benar-benar berharap bisa masuk ITS.
 
Bahkan, perempuan kelahiran 22 November 1993 ini sempat merasakan depresi ketika menunggu pengumuman. Dia sangat takut tidak diterima di ITS. "Selama dua hari saya tidak makan dan hanya diam saja. Saat itu kondisi fisik saya benar-benar menurun drastis,'' tukasnya.
 
Ketegangan yang dialaminya pun berubah menjadi kelegaan kala pengumuman keluar. Mimpinya untuk kuliah di Jurusan Teknik Material dan Metalurgi pun terwujud. ''Saya senang bisa berkuliah di sini,'' tutur Siti.
 
Maka, Siti pun bergegas untuk menjalani daftar ulang. Sebuah tantangan lain kembali menghadang karena kapal yang ditumpanginya terlambat tiba di Surabaya. Beruntung, Siti mendapat bantuan dari kakak kelasnya yang juga berkuliah di ITS Jurusan Teknik Fisika, Amar Muhammad. ''Mas Amar membantu saya untuk melobi rektorat karena kapal tumpangan saya terlambat datang,'' imbuhnya.
(mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »