M Nuh: Esensi Lebaran Itu Perkuat Silahturahmi

Minggu, 19 Agustus 2012 12:58 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

M Nuh: Esensi Lebaran Itu Perkuat Silahturahmi JAKARTA - Lebaran memiliki makna tersendiri bagi tiap orang. Demikian pula dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Dia menilai, esensi Idul Fitri terletak pada kesempatan untuk memperkuat dan menyambung silahturahmi (silahturahim).

"Yang penting di Lebaran itu silahturahmi. Esensinya menyambung dan memperkuat hubungan kasih sayang. Silah itu tali dan rahim berarti kasih sayang. Itu yang pokok, yakni menghubungkan dan memperkuat tali kasih sayang," ujar M Nuh ketika berbincang dengan Okezone di kantornya beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan, pentingnya menyambung dan memperkuat tali kasih sayang karena sebenarnya semua manusia merupakan penduduk asli sama, yakni berasal dari rahim ibu. "KTP asli kita itu sama, yaitu KTP rahim, KTP kasih sayang. Tidak ada orang yang tidak pernah singgah di rahim. Semua orang pernah singgah di rahim sang ibu baik tujuh atau sembilan bulan," paparnya.

Maka, lanjutnya, semua manusia adalah penduduk dunia yang sama, dunia rahim. "Kita mengalami hidup yang sama di wilayah kerahiman. Maka secara substansif, siapaun di antara kita itu sama karena kita berasal dari dunia yang sama. Bahkan bayi tabung," tutur mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.

Menurut M Nuh, ada beberapa media untuk memperkuat silahturahmi. Media pertama, lanjutnya, adalah pertemuan atau jumpa secara fisik. Tetapi jumpa secara fisik itu tidak serta merta bisa memperkuat silahturahmi karena diperlukan environtment atau atmosfer pendukung.

M Nuh mencontohkan orang yang bertemu di pasar loak agak susah untuk memperkuat silahturahmi dengan sesama karena suasana di sana berupa suasana dagang atau suasana keras. "Tentu berbeda dengan orang yang bertemu pada saat hari raya yang memiliki atmosfer saling memaafkan. Oleh karena itu hari raya atmosfer atau suasana paling tepat untuk memperkuat dan menyambung silahturahmi. Meskipun ada banyak media untuk melakukannya," katanya menerangkan.

Media kedua, kata M Nuh, dengan memanfaatkan media virtual atau elektronik baik melalui SMS, telepon, email, dan sebagainya. Dia mengungkapkan, handphone yang dimiliki tiap orang merupakan perantara bagi orang per orang untuk saling berkomunikasi melalui wilayah cyber.

"Nomor handphone itu diidentikan dengan kita. Setiap orang mengidentikan diri dengan nomor HP tersebut. Inilah kecanggihan media virtual. Esensinya tetap untuk memperkuat silahturahmi," tutur M Nuh.
(mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป