Sudah Mantap Menikah, Mengapa Harus Ditunda?

Sabtu, 25 Agustus 2012 11:11 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Image: Corbis Image: Corbis JAKARTA - Setiap orang punya alasan masing-masing ketika memutuskan untuk menikah di usia muda atau menunda menikah. Mereka yang memilih menyegerakan menikah bisa jadi memasang alasan sudah mantap untuk mengarungi kehidupan baru. Sementara mereka yang menunda menikah juga memiliki pertimbangan tersendiri, seperti belum siap batin dan materi.

Bagi Nani Yulia C Chipta, menikah di usia muda adalah keputusan tepat. Sang calon suami, kata Nani, adalah laki-laki yang tepat dan memenuhi kriteria yang dicarinya dalam sosok pendamping hidup. 

"Buatku enggak masalah kalo menikah muda dan masih kuliah, asalkan calonnya mengerti dan menerima aku dan keluargaku, dan yang paling utama mendukung," ujar Nani ketika berbincang dengan Okezone melalui Blackberry Messenger, Sabtu (25/8/2012).

Dukungan dari keluarga juga membuat mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mantap melangkahkan kaki ke pelaminan. Padahal,  umur perkenalan Nani dengan sang suami cukup singkat, hanya empat bulan. "Kami ketemu di bus Transjakarta," kenangnya.

Nani pun menikah 9 Juni lalu dengan pacarnya yang lebih tua delapan tahun. Dia mengaku, sang suami mendukungnya untuk terus kuliah setelah masa cutinya selesai. Nani memang sengaja mengambil cuti satu semester untuk mengurus pernikahannya.

"Calon suamiku anggota angkatan laut, jadi prosedur izin menikahnya cukup berbelit. Aku harus ikut berbagai tes. Karena kondisi fisikku yang lemah, jadinya aku memutuskan ambil cuti dulu untuk mengurus pernikahan," imbuhnya.

Setelah menikah, Nani langsung ikut suaminya yang berdomisili di Tangerang. Menurut Nani, sang suami tidak ada masalah dengan statusnya yang masih mahasiswa ketika memutuskan menikah. Nani sendiri tercatat aktif kuliah di dua kampus. Selain UNJ, dia mengambil kelas karyawan di STTT Tangerang.

"Banyak kok yang menikah sambil kuliah, yang penting bisa mengimbangi," tuturnya.

Mengimbangi di sini, maksud Nani, adalah menempatkan diri sebagai posisinya sebagai istri, sambil terus berkonsentrasi menyelesaikan kuliah. Nani bersyukur mendapat suami yang sangat mengerti kondisinya. Sang suami pun tidak melarangnya untuk bertemu dengan teman-teman. Bahkan, Nani sengaja menggelar resepsi pernikahan usai ujian akhir semester (UAS) agar teman-temannya bisa datang.  "Mereka semua datang dan memberikan doa restu," ujar Nani.

Sebagai istri, Nani pun memiliki kewajiban menjaga dan merawat rumah. Diakui Nani, ketika sang suami pulang kerja dia berusaha agar rumah sudah rapi dan bersih.

"Tentu akunya juga harus sudah rapi, bersih, dan wangi. Rasanya masih seperti pacaran aja, deg-degan nunggu dijemput pacar yang ngajak jalan dan harus dandan cakep menyambutnya," tuturnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป