Bahas Kerancuan Jenis Kelamin, PR Undip Raih Penghargaan

Rabu, 15 Agustus 2012 17:08 wib | Annisa Riris Saputri - Okezone

Bahas Kerancuan Jenis Kelamin, PR Undip Raih Penghargaan Image: Corbis JAKARTA - Pencapaian Pembantu Rektor Pengembangan Kerjasama (PRPKS) Universitas Diponegoro (Undip) Sultana MH Faradz ini patut dicontoh. Tak mau kalah dari anak didiknya dalam mencetak prestasi, Sultana baru-baru ini meraih penghargaan Freedom Institute Center For Democracy, Nationalism and Market Economy Studies.

Achmad Bakrie X Award 2012 untuk bidang kesehatan tersebut diraih Sultana berkat penemuan ilmiahnya yang mengungkap pemahaman aspek seluler dan molekuler dari kelambanan intelektual dan kerancuan kelamin, beserta pewarisan genetis dan penanganannya.

Menurut Sultana, kerancuan kelamin dapat diderita oleh laki-laki maupun perempuan. Sultana mengungkap, beberapa tanda perempuan yang menderita kerancuan kelamin adalah dia tidak memiliki payudara dan klitorisnya membesar. Sebaliknya, jika hal ini terjadi pada laki-laki, dia memiliki payudara yang mengembang serta penis dan testis yang kecil.

"Orang yang memiliki penyakit kerancuan kelamin atau interseks ini seringkali mengalami kebingungan dan gangguan psikologis," ungkap Sultana, seperti dilansir dari keterangan tertulis Undip kepada Okezone, Rabu (15/8/2012).

Sultana mengingatkan, para penderita kerancuan kelamin ini bukanlah banci. Mereka harus menjalani terapi pengobatan secara terus menerus sepanjang hidup. Sayangnya, kata Sultana, obat untuk menyembuhkan kerancuan kelamin belum ada di Indonesia.

"Saya sudah mengumpulkan 200 pasien yang mengidap penyakit ini. Mereka harus kita tolong karena mereka sendiri pun tidak mengetahui dirinya itu laki-laki atau perempuan," imbuhnya.

Hal yang membedakan penelitian guru besar Fakultas Kedokteran (FK) Undip ini adalah pada aspek aplikasinya. Pemaparan Sultana tidak sebatas kajian laboratorium, tetapi hingga pembangunan institusi. Sultana memprakarsai berdirinya program Magister of Genetic Counseling yang pertama di Asia Tenggara.  Melalui program ini, Sultana melahirkan konselor genetik dari beberapa daerah di Indonesia. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »