Ospek Masa Kini

Sabtu, 04 Agustus 2012 16:57 wib | -

Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist. OSPEK. Satu kata ini bukan lagi kata yang asing bagi mahasiswa. Ospek yang biasa dikenal dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Mahasiswa merupakan “tradisi” tiap tahun ajaran baru di semua Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan kampus kepada mahasiswa baru dalam segala aspek.  
Selama ini para mahasiswa baru (maba) memiliki kekhawatiran tersendiri ketika akan berhadapan dengan ospek. Belum lagi para orangtua yang harap-harap cemas ketika anaknya mulai disibukkan dengan tugas-tugas ospek. Hal ini wajar, karena para maba mendapat cerita-cerita sisi negatif ospek dari senior mereka di kampus tersebut. Terlebih, selama ini kegiatan ospek di Indonesia penuh dengan kekerasan dan tidak mendidik, bahkan menelan korban jiwa.
 
Bukan dengan cara kekerasan menyambut dan mendidik generasi penerus bangsa yang akan menjadi para pemimpin Indonesia kelak. Potret kelam ospek seperti ini hanya menyisakan dendam di hati maba kepada seniornya. Ospek dengan unsur-unsur kekerasan harus segera ditinggalkan.
 
Ospek masih sangat relevan untuk diadakan mengingat kepentingannya, tetapi dengan cara yang lebih elegan dan berpendidikan. Salah satu bentuk ospek tersebut saya alami tahun lalu di Institut Pertanian Bogor (IPB). 
 
Ospek di IPB biasa dikenal dengan Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB). Kegiatan ini jauh dari unsur kekerasan, intimidasi, dan pembunuhan karakter. Mahasiswa tingkat dua sebagai panitia MPKMB sangat care dan mengayomi mahasiswa baru, ibarat kakak dan adik. Semua tugas dan perlengkapan yang dibutuhkan tidaklah membebani. Misalnya, tugas essai tentang pertanian di daerah asal yang justru menggali wawasan maba untuk memajukan pertanian di daerahnya. Gathering yang merupakan kegiatan pra MPKMB bertujuan lebih mengakrabkan maba dengan Penanggung Jawab Kelompok (PJK) dan memperlancar penyelesaian tugas-tugas MPKMB.
 
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai acara yang membuat maba semakin mencintai almamater dan tentunya pertanian Indonesia. Sejumlah narasumber hebat dengan materi-materi bermanfaat pun mengisi kegiatan itu. Contohnya, topik tentang pergerakan mahasiswa, kewirausahaan, kehidupan kampus, pertanian Indonesia, dan character building. Walaupun konsepnya seminar, hal ini tidak membuat sekira 3.000 maba bosan karena diselingi dengan hiburan dan games menarik
 
MPKMB IPB bisa disebut sebagai salah satu contoh ospek masa kini. Ospek yang mengutamakan pendekatan dengan cara yang elegan dan berpendidikan. Ospek yang tegas, tapi tidak keras. Ospek yang menambah rasa bangga terhadap almamater dan membuka wawasan sebagai mahasiswa. Bukankah mahasiswa kaum intelektual? Jika iya, maka buktikan dengan ospek tanpa kekerasan.
 
Ulfah Syarifah
Ilmu dan Teknologi Pangan
Institut Pertanian Bogor (IPB)
(//mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป