Mendikbud Siap Jatuhkan Sanksi Kekerasan Ospek

Jum'at, 03 Agustus 2012 18:43 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Image: Corbis Image: Corbis JAKARTA - Masa orientasi baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi saat ini sarat dengan praktik kekerasan. Bahkan tidak jarang aksi "kedisiplinan" yang diterapkan oleh senior kepada junior menimbulkan cacat fisik hingga nyawa melayang.

Sehubungan dengan imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh tentang ospek, Nuh pun menegaskan jika kegiatan orientasi harus bebas dari kekerasan.

"Prinsipnya tidak boleh ada kekerasan pada masa orientasi. Kami memberikan dukungan penuh terhadap sanksi yang dikenakan masing-masing perguruan tinggi jika terbukti ada aksi kekerasan ketika orientasi," ujar M Nuh kepada Okezone di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2012).

Maka, lanjut M Nuh, untuk tingkat perguruan tinggi Dirjen Dikti telah diberi tugas untuk menegaskan rambu-rambu ospek. "Ada orientasi itu penting tapi harus diisi dengan kegiatan yang relevan. Maka, dalam pelaksanaannya harus ada pendampingan dari kajur, dekan, dan sebagainya," imbuh mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.

Nuh menyebutkan, terdapat tiga unsur yang harus ada dalam ospek di tingkat perguruan tinggi. Pertama, memperkenalkan nilai, budaya, dan tradisi akademik.

"Kedua, mahasiswa baru dikenalkan tentang struktur organisasi di PT seperti rektorat, program studi (prodi), organisasi mahasiswa (ormawa). Dan yang terpenting, membangun silahturahim antara senior dan mahasiswa baru," tuturnya.

Mendikbud menilai, para mahasiswa atau pelajar yang melakukan kekerasan ketika masa orientasi kemungkinan besar merupakan bentuk balas dendam atas apa yang dialaminya. "Anak-anak yang sekarang melakukan pelonco karena dulunya dipelonco. Maka, kita harus memotong generasi seperti itu," kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป