BEM Se-UI Memecat Rektor

Jum'at, 03 Agustus 2012 11:50 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Foto: dok. Okezone Foto: dok. Okezone JAKARTA - Di tengah euforia penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UI "memecat" Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri. "Pemecatan" ini dilandasi fakta bahwa Gumilar dianggap telah membelit UI dengan kesemerawutan melalui berbagai kebijakan kontroversialnya.

Ketua BEM UI Faldo Maldini berkata, Gumilar bertindak sewenang-wenang ketika menaikkan biaya pendidikan profesi tanpa transparansi alasannya. Kebijakan kontroversial terbaru yang dikeluarkan Gumilar adalah memecat tujuh dekan dan satu ketua program pascasarjana di UI. Menurut Faldo, kebijakan ini dilakukan atas dasar misintrepretasi surat Majelis Wali Amanah (MWA)  tentang penggantian dekan.

"Surat itu mengamanatkan penggantian dekan berdasarkan proses yang berlaku, bukan pemecatan dekan," kata Faldo, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat (3/8/2012).

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI ini, aksi pemecatan tersebut menimbulkan kesemerawutan di tubuh UI pada berbagai level. Di tingkat mahasiswa, timbul kebingungan dan kecemasan tentang penetapan kelulusan dan kejelasan tentang siapa yang akan menandatangani ijazah mereka. Di level elite kampus, kesemerawutan ini lebih politis.

Kondisi ini membuat BEM UI menarik simpulan, rektor UI tidak bisa mengelola kampus dengan baik. Selain itu, kata Faldo, selama lima tahun memimpin UI Gumilar ternyata mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan biaya kuliah.

"Atas dasar hal tersebut, BEM se-UI menilai rektor UI tidak mampu mengelola UI dengan baik dan harus segera diberhentikan. BEM se-UI menilai, rektor Gumilar Rosliwa Somantri tidak layak untuk kembali maju menjadi calon rektor UI," ujar Faldo tegas.

Reaksi keras atas kondisi terakhir di UI ini juga dialamatkan BEM se-UI kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka menuntut Kemendikbud, melalui mendikbud, segera memberhentikan rektor dan menunjuk pejabat sementara rektor.

"Dengan sikap ini BEM se-UI menghendaki tidak adanya lagi kesewenang-wenangan dalam pengelolaan UI. Selain itu, semua kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus UI harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, juga berdasarkan pada prinsip veritas, probitas dan iustisia," pungkasnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป