"Lidah Mertua" Basmi Polutan

Selasa, 24 Juli 2012 08:47 wib | -

Foto: dok. Okezone Foto: dok. Okezone YOGYAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuktikan manfaat dari tanaman lidah mertua (sansivieria) dalam mengurangi pencemaran udara.

Tanaman hias tersebut diteliti mampu menyerap zat berbahaya pada reduksi logam timbal (Pb) dari gas buang kendaraan bermotor. Caranya menggunakan arang aktif variasi konsentrasi natrium biphospat (Nah2po4) yang digunakan saat penelitian.

Salah satu anggota tim, Sukci Winanti, kemarin berkata, latar belakang dari penelitian yang dilakukannya bersama Angga Adi Surya Pratama, Yusron Mubarok, Milatul Cholifah, dan Deeska Noto Nagoro adalah kondisi di kota-kota besar di mana kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60–70 persen. Sementara kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10–15 persen, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain seperti dari pembakaran sampah dan hutan.

Polutan yang berasal dari pembakaran kendaraan bermotor mengandung timbal (Pb) atau timah hitam yang dapat membuat anak-anak tumbuh menjadi generasi tidak cerdas. "Ini kandungan yang berbahaya," kata Sukci Winanti.

Lidah mertua adalah tanaman yang banyak ditanam sebagai tanaman hias dalam ruangan dan di halaman rumah. Sayangnya, tanaman ini belum dimanfaatkan optimal kendati memiliki banyak kelebihan, di antaranya sangat resisten terhadap polutan dan mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan penuh asap rokok. Keuntungan lain dari tanaman lidah mertua diungkapkan Angga Adi Surya Pratama, yakni bahan yang berasal dari alam dan ketika digunakan untuk kembali ke alam tidak mencemari lingkungan. (ratih keswara/koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป