UMB USU Diklaim Bebas Perjokian

Senin, 23 Juli 2012 09:34 wib | -

Foto: dok. Okezone Foto: dok. Okezone MEDAN—Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Syahril Pasaribu menjamin seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui program Ujian Masuk Bersama (UMB) yang berlangsung Minggu, 22 Juli lalu, bebas dari praktik perjokian.

"Hasil pemantauan yang kami lakukan tadi pagi sampai siang, proses ujian berjalan dengan baik, tanpa adanya gangguan maupun adanya indikasi perjokian," ujarnya saat meninjau pelaksanaan UMB-PT di beberapa lokasi, kemarin.

Tahun ini,  11.542 peserta bersaing masuk USU melalui jalur UMB yang juga diikuti 12 PTN lainnya di Indonesia. Ke-11.542 peserta tersebut masing-masing 3.847 orang dari kelompok IPS, 4.705 peserta kelompok IPA dan 2.990 peserta kelompok IPC. Berbeda dengan SNMPTN, seleksi melalui UMB ini hanya digelar satu hari, yakni Minggu, 22 Juli.  "Pengumuman hasil ujian dilaksanakan pada 31 Juli 2012," ujarnya.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta yang mengikuti UMB tahun ajaran 2012/2013 sedikit menurun. Penurunan ini dikarenakan banyak yang sudah diserap di SNMPTN.

Ketua Panitia UMB USU Prof.  Zulkifli Nasution menyebut, melalui UMB-PT ini akan diseleksi 2.902 mahasiwa baru USU, dengan rincian 1.270 kursi untuk program S-1 regular, dan 1.632 kursi program S-1 mandiri.

Humas USU Bisru Hafi menambahkan, agar pelaksanaan UMB bebas dari perjokian, pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi. "Setiap ruangan terdapat 20 orang peserta dan dua orang pengawas dari dosen. Sebelum dilaksanakan ujian, kami akan mengecek terlebih dahulu nama peserta, kemudian foto di kartu peserta sama atau tidak dengan orang mengikuti tes itu, kalau tidak, akan kami keluarkan," tandasnya. (suharmansyah /koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป