Sarjana Harus Kembangkan Iptek yang Pro-Rakyat

Selasa, 17 Juli 2012 18:03 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist. JAKARTA - Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mutlak diperlukan dalam menjawab tantang di era globalisasi saat ini. Namun pengembangan iptek, juga harus pro-masyarakat bukan malah menimbulkan banyak efek negatif bagi masyarakat luas.

Demikian disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka dalam Sidang Terbuka ITB Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2011/2012. Menurut Akhmaloka, seorang sarjana selayaknya seorang insan pengetahuan yang harus menopang perkembangan ilmiah.

"Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, seorang sarjana perlu terlibat interaksi dan dialog dengan beragam masyarakat, kemudian melakukan pembelajaran melalui interaksi dan dialog tersebut. Perlu terlibat aktif dalam pembelajaran tersebut untuk mengetahui permasalahan dan keterkaitannya satu sama lain," ungkap Akhmaloka, seperti dilansir dari situs ITB, Selasa (17/7/2012).

Pendekatan secara multidisiplin dan multipengetahuan, lanjutnya, adalah solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. "Iptek adalah sumber yang penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Hal ini dapat terjadi jika iptek tersebar luas menjangkau kelompok sosial lemah," ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmaloka mengatakan, tantangan dan tugas bagi sarjana dan akademisi iptek yang bekerja di swasta dan pemerintahan adalah untuk mengembangkan konsep dan model pemberdayaan melalui iptek. Dia pun mengajak para wirausahawan untuk memberdayakan masyarakat dengan technopreneurship dan sociopreneurship.

Seorang sarjana Ipteks, terutama lulusan ITB, bagi Akhmaloka adalah agen bagi perubahan menuju keadilan sosial. Dia juga menekankan pentingnya prinsip 5AS dalam bekerja, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja mawas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. "Saya juga menganjurkan alumni ITB untuk menunjukkan tujuh budi utama, yaitu jujur, tanggung jawab, adil, peduli, disiplin, visioner, senang menolong, dan bekerja sama," papar Akhmaloka.

Menurut Akhmaloka, seorang calon pemimpin global selayaknya menekankan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keluhuran, serta memiliki keramahan sosial. "Mari bulatkan tekad bahu membahu untuk memperkokoh ITB, sehingga mampu berkontribusi maksimum dalam proses pendidikan dan pencerdasan anak bangsa serta pembangunan Indonesia yang kita cintai," imbuhnya. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป