Ilustrasi : ist.
YOGYAKARTA – Tim pencari fakta Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelidiki dugaan keterlibatan oknum internal universitas tertua di Indonesia itu terkait kasus perjokian yang dilakukan 52 peserta ujian masuk kelas internasional Fakultas Kedokteran UGM.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Iwan Dwi Prahasto mengatakan keterlibatan oknum internal UGM terus ditelusuri karena kemungkinan besar kasus itu melibatkan orang dalam. ”Kami akan menelusuri keterlibatan oknum internal UGM sendiri,” ujar Iwan, yang juga ditunjuk sebagai ketua tim pencari fakta dalam kasus tersebut, kemarin.
Sebelumnya, tim UGM menangkap puluhan peserta ujian masuk program internasional Fakultas Kedokteran UGM yang dicurigai terlibat dalam perjokian, Jumat (13/7). Dari total 430 peserta ujian, pengawas menangkap 52 orang yang melakukan praktik perjokian. Peserta yang ditangkap ini membawa peralatan ponsel yang dipasang di pinggang. Alat ini tersambung layar yang dimodifikasi layaknya jam tangan.
Sejumlah peserta perempuan juga dilengkapi dengan earphone yang tertutup jilbab warna gelap. Tertangkapnya praktik curang ini berawal dari kecurigaan panitia yang melihat gelagat aneh sejumlah peserta seperti berdehem. Gelagat ini diduga kode-kode untuk berkomunikasi dengan sindikat joki yang berperan sebagai operator.
Iwan menegaskan, pihaknya akan berusaha dan berjanji mengungkap masalah perjokian tersebut sebelum akhir Juli, di mana hasil tes masuk kelas internasional FK UGM diumumkan. Untuk mencegah terulangnya kasus itu, UGM akan memperkuat tindakan preventif, yakni mengeksplorasi proses pendaftaran mahasiswa yang dilakukan selama ini, apakah ada titik lemah dalam proses tersebut atau tidak.
Rektor UGM Pratikno menyatakan, tim pencari fakta yang telah dibentuk bertugas mengungkap, mempelajari kasus, dan memberikan rekomendasi ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tim juga akan memberikan rekomendasi perbaikan sistem penerimaan mahasiswa, yakni sistem manajemen dan sistem teknologi informasi.”Kasus ini juga akan menjadi pembelajaran kami untuk pelaksanaan tes ujian masuk lainnya termasuk SNMPTN,” kata Pratikno. (ratih keswara) ( (koran Sindo)/Koran SI/mrg)
getting time ...
Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.
Rabu, 19 Juni 2013 20:20 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 17:17 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 16:12 WIB