Peserta UTM IPB Tahun Ini Tambah Dua Kali Lipat

Senin, 16 Juli 2012 19:31 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Peserta UTM IPB Tahun Ini Tambah Dua Kali Lipat Ilustrasi : Corbis JAKARTA - Jumlah pendaftar pendaftar Ujian Talenta Masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) atau yang biasa disebut UTMi tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, jumlah pendaftar sekira 1.000 sementara tahun ini menjadi 2.221.

“Peningkatan jumlah pendaftar ini terjadi karena dua faktor. Pertama, sosialisasi UTM yang dilakukan IPB selama ini ke berbagai daerah terbilang masif. Kedua, jadwal pelaksanaannya yang tepat dan mengakomodir peserta yang tidak lolos baik dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan maupun tertulis,” ungkap Ketua Pelaksana UTMi, Lien Herlina, seperti dilansir dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (16/7/2012).

Ujian UTMi tahun ini diselenggarakan di empat lokasi, yakni Bogor, Medan, Makassar, dan Surabaya. Para peserta UTMi hari itu bersaing ketat untuk memperebutkan sekira 300 bangku mahasiswa di IPB.
 
Untuk mengantisipasi kebocoran soal UTMi, panitia pelaksana sengaja melakukan pencetakan ketika dini hari pada hari H. Setiap tahun soal ujian pun dibuat berbeda dengan dua versi. Menurut Lien, hal ini dilakukan untuk meminimalisasi usaha contek-mencontek antar peserta. Tidak hanya itu, para panitia pun dibekali berbagai kiat untuk mendeteksi perjokian.
 
Lien mengatakan, masyarakat umum masih salah memahami UTMi sebagai jalur mandiri yang diselenggarakan IPB. Padahal, UTMi sebenarnya hanya salah satu dari lima jalur masuk ke IPB.

“Selama ini masyarakat memahami UTMi itu ujian mandiri, padahal bukan. IPB itu dalam menjaring calon mahasiswa baru berkualitas melalui lima jalur, yaitu SNMPTN undangan, SNMPTN ujian tertulis, Beasiswa Utusan Daerah (BUD), Prestasi Internasional Nasional (PIN), dan UTMi. Melalui UTMi, IPB menjaring calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan atau talenta leadership dan entrepreneurship,” papar Lien.

Ujian mandiri seringkali dikonotasikan sebagai jalur masuk ke suatu perguruan tinggi tertentu dengan keharusan membayar sejumlah biaya tinggi. Sementara biaya pendidikan di IPB tidak ada perbedaan antara mahasiswa yang masuk dari kelima jalur tersebut, kecuali BUD.

“Biaya pendidikan BUD agak sedikit berbeda karena menyesuaikan kesepakatan dengan pihak sponsor. Umumnya pihak sponsor meminta IPB agar para mahasiswa BUD yang terikat dinas dengan sponsor dibekali keahlian khusus. Tentu saja, ini berimplikasi terhadap  biaya pendidikan,” ungkap Direktur Pengkajian dan Pengembangan Akademik IPB itu. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »