UGM 'Usir' Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran 'Bermasalah'

Senin, 16 Juli 2012 11:33 wib | Prabowo - Okezone

Ilustrasi : Corbis Ilustrasi : Corbis YOGYAKARTA - Pihak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta angkat bicara terkait 'joki' yang beroperasi saat ujian masuk pada Jumat 13 Juli. Kampus tidak akan menerima seluruh calon mahasiswa yang diamankan Jajaran Polres Sleman terkait kecurangan saat ujian masuk yang dilaksanakan pada hari pertama itu.

"Kami pastikan 52 nama peserta tidak lulus. Kami mencatat ada 52 peserta bukan 43 nama," tegas Direktur Administrasi Akademik UGM Yogyakarta, Budi Prasetyo Widyobroto saat dikonfirmasi, kemarin.

Perbedaan jumlah peserta ujian dari pihak kampus UGM dengan data di kepolisian karena sebagian peserta kabur saat diserahkan ke polisi. "Kami sudah data identitas peserta yang melakukan kecurangan untuk dijadikan bahan evaluasi dengan rektor," katanya menjelaskan.

Budi menyampaikan, seleksi kelas internasional masuk Fakultas Kedokteran itu dilakukan dua hari, dimulai Jumat 13 Juli dan Sabtu 14 Juli. Ke-52 peserta itu hanya ikut beberapa tes dan tidak meneruskan pada ujian selanjutnya. "Kita tidak bisa berikan toleransi, apalagi meluluskannya," ungkap Budi.

Dia menambahkan, penangkapan itu bermula dari laporan pihak pengawas ujian. Mereka curiga sejumlah peserta memakai jam tangan mirip monitor kecil. Dari situ, pihak kampus melakukan koordinasi dan berhasil menjaring para peserta yang terindikasi curang tersebut.

Sebagaimana diketahui, polisi mencatat ada 43 nama yang diperiksa. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka berinisia IS asal Jakarta. Dia dituding sebagai Joki karena mengikuti ujian atas nama orang lain. Sedangkan 42 peserta lainnya bebas meski statusnya hanya saksi. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป