3.000 Siswa PAUD "Kuliah" di UI

Senin, 16 Juli 2012 09:46 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

3.000 Siswa PAUD Ilustrasi : ist. DEPOK - Memperingati Hari Anak Nasional, Universitas Indonesia (UI) menggelar gebyar pendidikan anak usia dini (PAUD). Acara dibuka langsung oleh Direktur Jendral PAUD, Reni Akbar Hawadi bersama Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri di Balairung UI, Depok.

Ribuan anak terlihat asik mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya lomba menggambar, pertunjukkan tari dan drumband massal anak PAUD, outbond, konsultasi psikologi, dan bazaar PAUD. "Ini sebagai upaya pengenalan anak-anak terhadap dunia akademik, tempat mereka kelak akan menimba ilmu," kata Gumilar dalam sambutannya, kemarin.

Tingkat partisipasi penduduk Indonesia dalam mengenyam pendidikan tinggi dinilai masih rendah. Dilihat dari kurangnya angka partisipasi, dari 240 juta jiwa penduduk Indonesia, angka partisipasinya hanya 4,8 juta mahasiswa atau 18,4 persen yang mengenyam pendidikan tinggi.

"Ini menunjukkan bahwa dengan masih rendahnya angka partisipasi anak berkuliah, mendorong lambatnya kemajuan negeri ini untuk menyusul negara-negara maju," katanya menjelaskan.

Nantinya, kata dia, jumlah peserta didik di perguruan tinggi minimal 30 persen. Dengan begitu akan meningkatkan kualitas bangsa yang ditandai oleh pertambahan pendapat per kapita USD40 ribu pada 2045.

"Jumlah partisipasi pendidikan tinggi diupayakan meningkat dalam jangka waktu panjang nanti," ujar Gumilar.

Dirjen PAUD Reni Akbar mengatakan peserta PAUD terdiri atas berbagai kelompok usia. Bagi kelompok usia bermain, yaitu tiga hingga enam tahun diberikan arena bermain yang dapat berfungsi untuk membantu meletakkan dasar-dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan bagi anak usia dini dalam menyesuaikan diri lingkungannya. "Selain itu untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya sehingga siap memasuki pendidikan dasar," imbuhnya.
 
Dia menambahkan, PAUD diselenggarakan melalui tiga jalur. Pertama jalur, yakni formal TK, RA, dan bentuk lain sederajat. Kedua, jalur non formal, yakni kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan PAUD sejenis. Dan ketiga jalur informal berupa pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

"Gebyar PAUD ini dimaksudkan untuk mampu memberikan makna bagi upaya pembinaan, penumbuhan, dan pengembangan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya," paparnya. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »