Kapan Saatnya Melepas Teman?

Sabtu, 14 Juli 2012 10:03 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Ilustrasi : Corbis Ilustrasi : Corbis SUATU saat, kita pasti harus melepas seorang teman dan mengucapkan selamat tinggal pada pertemanan yang sudah kita jalin sekian lama. Tidak hanya menyakitkan, perpisahan itu juga akan meninggalkan rasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, kita harus selalu dikelilingi oleh orang-orang yang memberi motivasi dan membuat kita bahagia.

Setiap pertemanan yang kita jalani akan selalu berbeda satu sama lain, begitu juga kompleksitasnya. Ada baiknya kita mengenal konsep dasar tipe teman yang terlibat dengan kehidupan kita. Dengan begitu, kita tahu kapan saatnya melepas si teman demi kebaikan hidup kita. Berikut daftarnya, seperti dilansir College Cures, Sabtu (14/7/2012).

Si ratu/raja drama
Teman jenis ini selalu menuntut untuk menjadi pusat perhatian. Berhati-hatilah jika kita memiliki teman seperti ini. Pembawaan beberapa orang memang secara alami lebih dramatik dibandingkan orang-orang lainnya, tetapi pada dasarnya mereka adalah orang-orang yang baik. Beberapa orang lainnya memang hanya mencari perhatian.

Si anak nakal
Jangan jadikan teman sebagai "jangkar". Jika ingin menghindari situasi yang negatif (miras, narkoba, dsb), maka jauhilah orang-orang yang memberi pengaruh buruk dan akan menempatkan kita pada situasi tidak baik tersebut. Awalnya memang berat meninggalkan teman dan kebiasaan, tetapi jadikan cita-cita dan masa depan sebagai pegangan.

Jika pertemanan ini layak dipertahankan, bicaralah dari hati ke hati dan ajak si teman untuk keluar dari kekacauan yang dia buat. Jika mereka tidak ingin memahami betapa tindakan mereka dapat berpengaruh buruk terhadap hidup mereka dan hidupmu sendiri, maka ini adalah persahabatan yang tidak sehat.

Si oportunis
Jika si teman selalu "meninggalkan" kita untuk pergi dengan teman lain atau ke pesta yang lebih menarik, perlu kita pikirkan kembali bagaimana dia memperlakukan kita. Apakah dia selalu meminta bantuan tanpa memberi apa pun? Apakah pertemanan ini lebih bersifat satu arah ketimbang resiprokal? Apakah mereka menyakiti perasaan kita dan tidak peduli dengan hal itu?

Jika ya, jangan diam saja. Jika si teman tidak dapat memahami hal ini, pertimbangkan kembali mengapa kita masih ingin berteman dengan orang seperti ini. (mrg)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป