Rapat RUU PT Hanya Bahas Penulisan Bukan Substansi

Kamis, 12 Juli 2012 16:04 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Foto : Dok Okezone.com Foto : Dok Okezone.com JAKARTA - DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali melakukan rapat kerja (raker) guna membahas kelanjutan Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT). Pada raker tersebut, pembahasan RUU yang tengah menjadi polemik ini, dilakukan terkait penulisan pasal per pasal, tanpa mengubah substansi.

Baik para anggota Komisi X DPR maupun Kemendikbud, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh beserta jajaran, perwakilan Kementerian Agama, dan perwakilan Kementerian Hukum dan HAM saling memberikan masukan terhadap RUU PT sebelum akhirnya akan disahkan. Tidak ada perubahan signifikan atas masukan-masukan yang diberikan oleh dua belah pihak.

Berikut beberapa perubahan dalam RUU PT yang diusulkan dari kedua belah pihak.

Pasal 35 ayat (1) tentang kurikulum
Pemerintah mengusulkan, kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah agama, pancasila, kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia. Usulan ini pun diterima oleh DPR.

Pasal 73 ayat (5) tentang mekanisme penerimaan mahasiswa baru.
Penerimaan mahasiswa baru (maba) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) murni seleksi akademik dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial.

Pasal 89 ayat (1) mengenai dana pendidikan tinggi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain ayat 1, pada pasal 89 ayat 2 terdapat perubahan, yakni dana pendidikan tinggi sbgaimana dimaksud ayat 1 huruf a untuk PTN badan hukum diberikan dalam bentuk subsidi dan bentuk lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป