- home
- news
- international
-
BERITA TERBARU
- Inggris: Solusi 2 Negara Nyaris Terlambat
- Jepang Dikecam atas Kasus Budak Seks
- Dilarang Nyapres Mantan Presiden Sebut Pemerintah Iran Bodoh
- Polisi Inggris Lamban dalam Menangkap Pembunuh Prajurit
- Israel: Iran Kebal dengan Tekanan Internasional
BERITA TERPOPULER
- Ulama Radikal Inggris Ungkap Identitas Pembantai Prajurit
- Diserang dengan Golok & Pisau, Pasukan Inggris Tewas
- Inilah Prajurit Inggris yang Dibantai dengan Golok
- Kisah Gadis 10 Tahun Selamatkan Ayahnya yang Terkubur
- Wali Kota London: Pembunuhan Woolwich Bukan Salah Islam
-
- economy
- lifestyle
- celebrity
- music
- sports
- bola
- techno
- autos
- kampus
- travel
- index
Disclaimer
muntholib » 0 Tanggapan
. Berdasarkan wacana di atas dapat di katakan bahwa sistem pendidikan di Inodonesia belum begitu efektif. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor salah satunya seperti wacana di atas yang membahas tentang penerimaan mahasisswa baru melalui jalur undangan SNMPTN. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak praktek-praktek non legal terkait dengan penerimaan mahasiswa baru rata di seluruh universitas negeri maupun swasta di Indonesia. Banyaknya paradigma ?membeli bangku kuliah? membuat sistem pendidikan apapun yang di terapkan di Indonesia seakan tidak berfungsi. Hal semacam ini termasuk kasus-kasus suap jalur undangan membuat banyak masyarakat memilki pemikiran yang salah tentang universitas atau bangku perkuliahan bagi anak-anaknya. Banyak para orang tua yang beranggapan bahwa kuliah mahal biaya, hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya, bahkan jalur undangan SNMPTN-pun hanya bisa dinikmati oleh anak-anak orang punya justru bukan anak-anak yang benar-benar berprestasi. Seperti di jelaskan di wacana tersebut bahwa pemerintah memang seharunya memberikan pengawasan yang nyata dan rata serta teliti untuk mengawasi penerimaan mahaiswa baru khususnya yang melalui jalur undangan SNMPTN. Karena hal ini sangat penting terkait dengan pencetakan generasi bangsa. Bisa dibayangkan apabila jalur undangan SMNPTN ini hanya di dominasi oleh anak-anak orang yang kaya saja bukanya anak-anak yang benar-benar berprestasi bisa pendidikan di Indonesia ini bukannya menjadi lebih baik, tetapi malah menjadi sebaliknya. Dalam hal penerimaan jalur undangan SNMPTN ini sebaiknya tidak hanya pihak universitas terkait saja yang perlu di awasi tetapi juga pihak sekolah tempat dimana calon mahasiswa berasal. Hal ini di karenakan banyak pula saat ini pihak sekolah memanipulasi data-data rapot dan data prestasi anak didiknya hanya untuk memasukkanya di universitas ternama agar rating sekolahnya bisa membaik. Sedangkan untuk rencana Kemendikbud untuk menghapus jalur tulis untuk penerimaan mahassiswa baru di tahun depan saya rasa itu tidak begitu menjadi masalah. Karena jalur mandiri dan jalur undangan sebenarnya sudah cukup untuk menyaring anak-anak didik yang benar-benar berprestasi. Asalkan prosedur dan pelaksanaanya benar-benar dapat dilakukan dengan benar, jujur, tanpa berat sebelah. Karena itu saya rasa penting sekali adanya pengawasan pemerintah terkait dalam hal pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru ini. Karena itu saya sangat setuju sekali dengan rencana pemerintah untuk siap mengawasi penerimaan mahasiswa baru baik melalui jalur mandiri terlebih lagi jalur undangan SNMPTN. Hal ini untuk menjaga dan melatih pendidikan Indonesia agar menjadi lebih baik. Dan semoga rencana pemerintah ini sungguh-sungguh dapat di realisasikan bukan hanya sekedar hoax media saja. Serta mendapat dukungan dan opini positif dari berbagai kalangan baik masyarakat, para orang tua, pihak sekolah, ataupun calon mahasiswa itu sendiri. Sehingga pendidikan di Indonesia benar-benar dapat menjadi tombak acuan pencetak generasi bangsa yang benar-benar berprestasi dan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia pendidikan nasional maupun internasional
Beri Tanggapan Laporkan
kevin erianto utomo » 0 Tanggapan
Maaf itu yang snmptn undangan IPB hanya mengacu pada mtk, kimia, fisika, b.inggris, dan b.indonesia saja? Biologinya kemana?
Beri Tanggapan Laporkan
Rahayu Sitahani » 0 Tanggapan
Ya kalau jalur undangan dibuka lbh banyak, berarti kan diliat nilai rapot, gimana kalau misal anaknya mau ambil jurusan ips sdgkn dia wkt sma di ipa? Apa nilai pelajaran ipanya yg diliat?
Beri Tanggapan Laporkan
trixxx » 0 Tanggapan
hmmmmmm...... apakah tiap lulusan SMA mempunyai hak yang sama untuk masuk PTN? Atau.......
Beri Tanggapan Laporkan
tommy » 0 Tanggapan
angkatan 2012 yg tdk diterima di snmptn 2012, terkubur mimpinya untuk berjuang Di snmptn2013, bila ujian tulis ditiadakan.
Beri Tanggapan Laporkan