Waspadai Kecurangan di Jalur Undangan SNMPTN

Kamis, 12 Juli 2012 09:10 wib | -

Image: Corbis Image: Corbis JAKARTA – Perubahan sistem penerimaan mahasiswa baru dari jalur undangan dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) belum bisa dipastikan bersih dari manipulasi.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Idrus A Paturusi berkata, kekhawatiran jalur undangan berpotensi memancing manipulasi data karena banyak calon mahasiswa titipan memang perlu diwaspadai. Oleh karena itu MRPTN akan melakukan evaluasi saat pelaksanaannya tiba. "Insya Allah tahun depan kita akan lihat apa permasalahan itu (mahasiswa titipan di jalur undangan) bisa atau tidak diawasi. Kalau tidak bisa diawasi dan terbukti ada berarti harus ada perubahan lagi," kata Idrus, kemarin.

Idrus menambahkan, akan ada rapat lagi di majelis rektor yang membahas potensi-potensi penyimpangan. Mengenai parameter di tiap kampus yang akan dikenakan kepada mahasiswa baru melalui jalur undangan, menurutnya, harus bersifat umum.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini  menyatakan, objektivitas dalam penerimaan mahasiswa jalur undangan ini tergantung dari seleksi tim yang ditunjuk panitia SNMPTN. Menurutnya, saat ini para rektor memang sudah menyepakati perubahan jalur undangan yang diperintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Tahun depan kuota jalur undangan 50 persen dan jalur tulis 10 persen (untuk peserta yang tidak lolos SNMPTN 2011 dan 2012). Adapun untuk jalur mandiri yang akan diatur di tiap PTN sebanyak 40 persen," tutur guru besar Fakultas Kedokteran Unhas ini.

Meskipun jalur undangan baru ditetapkan tahun depan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Kusmaryono menjamin, tidak akan ada manipulasi dalam penerimaan jalur undangan SNMPTN. Dia menegaskan, tidak akan ada mahasiswa titipan karena peringkat siswa sudah jelas sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi kriteria utama penyaringan.

Yonny mengungkap, parameter jalur undangan yang ditetapkan IPB nanti adalah nilai matematika, fisika, kimia, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Nilai itu akan digabung dengan peringkat akademis sekolah atas dasar prestasi akademis alumninya di IPB. Selain itu, IPB menentukan mahasiswa yang diterima berdasarkan lokasi geografis sekolah.

Diberitakan sebelumnya, tahun depan Kemendikbud berencana menghapus jalur tulis untuk SNMPTN.Untuk masuk PTN hanya dibuka jalur undangan dan mandiri. Pemikiran sementara tetap menggunakan nilai UN sebagai syarat penilaian utama ditambahkan dengan parameter lain sesuai dengan karakteristik tiap PTN. (neneng zubaidah/koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป