NEWS KAMPUS
Unsri Tunggu Keputusan Resmi
Rabu, 11 Juli 2012 10:57 wib
-
Ilustrasi: suasana ujian tulis SNMPTN. (Foto: Okezone)
PALEMBANG – Rencana penghapusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis tahun depan, ditanggapi Pembantu Rektor I Unsri Anis Saggaf. Menurut dia, Unsri akan mengikuti setiap keputusan yang dikeluarkan Kemendikbud, termasuk soal SNMPTN.
"Kalau kesepakatan sudah memilih salah satunya, artinya itu yang terbaik. Mereka (Kemendikbud) juga pasti sudah menyiapkan mekanismenya," kata dia ketika dikonfirmasi via telepon genggam, kemarin.
Dia menyatakan, wacana penghapusan SNMPTN jalur tulis itu sebenarnya sudah lama didengungkan, sehingga tak perlu dipermasalahkan. Apalagi, walaupun SNMPTN jalur tulis jadi dihapuskan, pemerintah juga telah mempersiapkan pola lain, yakni memperbesar porsi penerimaan mahasiswa melalui jalur undangan, dari sebelumnya 20 persen menjadi 40 persen.
Ditanya soal rentannya penyimpangan seperti penilaian yang tidak objektif jika SNMPTN melalui jalur undangan diterapkan, menurut dia, hal itu tak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, pemerintah tentu sudah memiliki piranti tersendiri untuk menangkal kemungkinan-kemungkinan tersebut. "Yang menentukan keputusan itu kan ada majelis rektor dan segenap unsur terkait yang berkompeten. Jadi, hal itu pasti sudah dipikirkan," tukasnya.
Karena penghapusan SNMPTN jalur tulis masih dalam tahap pembahasan, pihaknya belum menentukan sikap, dan menunggu sampai keputusan itu benar-benar ditetapkan. "Yang pasti, kalau keputusanitu sudah jadi keputusan bersama, Unsri pasti ikut," tekannya.
Sebelumnya, pengamat pendidikan Sumsel Prof. Jalaluddin menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penghapusan jalur tulis dalam SNMPTN. Dia menilai, sistem seperti itu sebenarnya mengadopsi sistem penerimaan sekolah yang sudah sejak lama digunakan. "Ingat saja zaman dulu, waktu mau melanjutkan sekolah ke tingkat lanjutan, tidak ada ujian masuk segala. Yang digunakan standar nilai yaitu NEM. Jadi, sekolah menetapkan standar nilai dan menggunakan perangkingan untuk menerima siswa baru. Yang tidak memenuhi standar, ya harus legowo," ujarnya.
Dengan hanya menggunakan jalur undangan dan jalur mandiri, secara perlahan kualitas pendidikan di perguruan tinggi negeri dan SMA akan semakin baik. Sebab, sekolah mau tidak mau didorong memperbaiki kualitas belajar mengajar,agar siswanya bisa memenuhi standar masuk PTN, yang sekarang dinilai dari rapor dan akreditasi sekolah. Sedangkan bagi PTN, bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas, karena dimonitor sejak awal masa sekolah.
"Yang paling diuntungkan jelas siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke PTN pilihannya. Sebab, pihak sekolah tentunya tidak mau kredibilitasnya terganggu karena siswanya tidak menembus PTN. Sehingga, mau tidak mau SMA harus membenahi mutu pendidikannya. Imbasnya, siswa mendapatkan pola belajar mengajar terbaik," kata Jalaluddin. (komalasari/koran si) (//rfa)
Berita Selengkapnya Klik di Sini
Disclaimer
boo » 0 Tanggapan
makin ancur mahasiswa ptn jika hanya jalur undangan nilai bisa dibuat berapapun guru bersangkutan mau... apalagi ada........................ saya tidak setuju,, tidak transparansi
Beri Tanggapan Laporkan
Elly Sumantri » 0 Tanggapan
Rencana ini adalah wacana lama yg diangkat kembali oleh Kemendiknas. Banyak pro dan kontra. Tp menurut saya, adanya SNMPTN/SPMB/UM adalah bentuk ketidak percayaan perguruan tinggi terhadap hasil Ujian Nasional, ini wajar. Pemerintah harus membuktikan dulu kalau Ujian Nasional benar2 berlangsung fair hasilnya objektif. Tanpa bukti itu sama saja dgn omong kosong. Saya adalah mantan aktivia mahasiswa Unsri yg jg selalu memantau jalannya UN hampir di setiap tahunnya. Kecurangan yg dilakukan sdh sangat terorganisir dgn rapi. Baik internal sekolah maupun antar sekolah melalui pengawas ujian silang. Bagaimana ke depannya kalau perguruan tinggi negeri diisi oleh orang2 yg sejak SMA saja sdh curang dalam memperoleh nilai. Justeru menurut saya, lebih UN-nya saja yg dihapuskan...
Beri Tanggapan Laporkan
Daud Zen » 0 Tanggapan
saya tetap tidak setuju, karena saya tidak yakin semua sekolah bisa profesional dalam memberikan penilaiannya.. saya pernah tahu hal itu waktu saya masih SMA, ada beberapa SMA yang telah menata nilai raport siswanya mulai dari semester 1...Selanjutnya tanpa ujian tulis biasanya PTN yang dituju mematok biaya pendidikan yang tinggi dengan alasan "mempermudah" proses masuk PTN. usul saya SNMPTN tulis tetap dilaksanakan bahkan kuotanya harus diatas 60% diatas jalur lain.. yang mesti kita gratiskan itu : biaya mengikuti SNMPTN dan biaya kuliah !!!
Beri Tanggapan Laporkan
IRWAN SIANTURI » 0 Tanggapan
iya itu sngat betul
Beri Tanggapan Laporkan
IRWAN SIANTURI » 0 Tanggapan
bagaimana nasib ku ini tahun ini saya tdak bsa melanjt karna biaya tahun dpan jga tdak bsa UTUL SNMPTN tlah di hapus
Beri Tanggapan Laporkan