Mengail Bibit Pemimpin Bidang Bioteknologi

Kamis, 05 Juli 2012 13:13 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Mengail Bibit Pemimpin Bidang Bioteknologi Image: Corbis JAKARTA - Sebanyak 22 mahasiswa S-2 bidang kedokteran, farmasi, dan bisnis dari berbagai universitas terkemuka di Tanah Air mengikuti kompetisi tentang bioteknologi. Berbeda dengan kompetisi penelitian yang ada, ajang Biocamp ini bertujuan menumbuhkan rasa kepemimpinan dalam diri generasi muda.

Pada kegiatan besutan PT Novartis Indonesia dengan menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dunia farmasi serta bagaimana mampu mengambil peluang di dunia industri farmasi Indonesia selama tiga hari. Head of Public Affairs and Corporate Communication Novartis Wanda Harahap menyebut, Biocamp tidak berorientasi pada kompetisi penemuan mahasiswa.

"Berbeda dengan kompetisi lainnya, Biocamp bukan merupakan presentasi hasil penelitian para peserta. Tapi kami mau melihat kepemimpinan peserta melalui kinerja mereka dalam tim," ujar Wanda kepada wartawan di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2012).

Wanda mengimbuhkan, dalam Biocamp, selain diberikan dasar-dasar ilmu farmasi dan pengembangan kepemimpinan, para peserta diberikan sebuah kasus yang harus dicarikan penyelesaiannya. Kemudian, penyelesaian tersebut harus dipresentasikan. Dua peserta dengan presentasi terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk bersaing secara global dalam International Biocamp 2012 di Basel, Swiss.

"Mereka diberikan kasus-kasus yang telah direkayasa dan bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan tersebut. Kinerja mereka dalam tim, bagaimana dapat memotivasi teman-teman lain atau keaktifan dalam tim menjadi penilaian utama," katanya menjelaskan.

Presiden Direktur Novartis Indonesia Lutfi Mardiansyah berkata, perkembangan industri farmasi di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang potensial. Menurut Lutfi, peneliti maupun minat untuk meneliti di Tanah Air sudah cukup tinggi, namun mereka belum mampu melihat peluang untuk mengembangkan bidang tersebut.

"Sangat disayangkan jika lulusan farmasi atau medikal tidak kerja di bidangnya padahal penyakit kronis atau degeneratif di Indonesia terus berkembang. Maka, kami menekankan pada pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda ini agar mereka tidak hanya meneliti tapi juga mampu melihat peluang," tutur Lutfi.

Lutfi mengungkap, ajang ini menjadi kesempatan besar bagi para mahasiswa untuk mengembangkan jaringan dan mengenal lebih dekat dunia farmasi, khususnya bioteknologi. "Saya tidak jamin akan menampung 22 finalis di Novartis sebagai karyawan. Tapi melalu kerjasama dengan Kemenristek dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) peluang untuk bekerja di sana cukup luas," imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli bidang Kesehatan dan Obat Kemenristek Amin Subandrio berharap, melalui kegiatan ini akan tumbuh para pemimpin-pemimpin masa depan dalam bidang farmasi dan industri. "Akan muncul agent of change dalam diri para peserta sehingga mampu mengembangkan bidang farmasi maupun kedokteran," ujar Amin. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป