RI Raih 6 Medali di Kompetisi Penemu Muda Dunia

Senin, 02 Juli 2012 18:56 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Corbis) Ilustrasi. (Foto: Corbis) JAKARTA - Indonesia patut berbangga hati karena putra-putrinya tidak henti menyumbang berbagai prestasi, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Bahkan, pemikiran kreatif ini datang dari generasi muda yang masih duduk di bangku SD hingga SMA.

Semua karya yang dikirimkan dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu berhasil meraih penghargaan. Dua medali emas, dua perunggu, dan dua special award dibawa pulang dari Negeri Gajah putih tersebut.

Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono menyebut, keikutsertaan para pelajar ini sepenuhnya disponsori oleh LIPI dan mendapat dukungan dari sekolah, guru, serta orangtua.

"Prestasi yang mereka capai pada ajang ini menujukkan kita (Indonesia) memiliki stok remaja yang berkualitas, bahkan ada yang masih sangat belia. Masih duduk di bangku SD dan SMP," ujar Bogie seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (2/7/2012).

Selain Bangkok, tahun ini LIPI telah mengirimkan tiga kontingen ke berbagai ajang ilmiah remaja luar negeri dan semuanya meraih berbagai penghargaan. "LIPI akan terus melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu untuk memfasilitasi dan meningkatkan kemampuan ilmiah remaja Indonesia, khususnya berkaitan dengan kreativitas ilmiah yang menghasilkan invensi bermanfaat," tuturnya menjelaskan.

Dua karya yang berhasil meraih medali emas dalam IEYI adalah Water-coated Helmet karya siswa kelas VII SMP Petra Surabaya serta Carbofil Application for Carbon-Oxygen Separation in Smoking Room yang merupakan besutan siswa kelas XI SMAN 3 Semarang. "Selain itu, khusus untuk Linus, dia mendapatkan penghargaan lain kategori special award," katanya.

Sementara itu, karya Edges Shoes milik Muhammad Luqman dan Fishal Fuad Rahman dari SMAN 2 Yogyakarta mendapatkan medali perunggu. Tidak hanya itu, karya pelajar kelas enam SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Nadya Almass Lutfiahardha Arief juga mendapatkan medali perunggu dengan judul penemuan Braille Glass.

Kemudian, karya pelajar SMA dan SMK mendapatkan special awards. Pertama, Mini Multi Commander karya Dini Esfandiari dan Shofi Delaila Herdi, pelajar asal SMA Semesta, Semarang. Kedua, karya Jaritmatika Game besutan Nur Chabibur Rohim, Muhammad Asrosi, dan Risang Yogardi, pelajar asal SMKN 1, Tengaran.

IEYI 2012 menampilkan 207 karya penemuan para remaja dari sembilan negara yang terbagi dalam lima kategori. Tahun depan IEYI akan digelar di Malaysia sementar pada 2014, Indonesia didapuk sebagai tuan rumah. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป