Manfaatkan Lahan Gambut untuk Tanaman Industri

Senin, 02 Juli 2012 17:38 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Image: Corbis Image: Corbis JAKARTA - Biasanya, irigasi dilakukan pada tanah mineral dengan kepadatan tanah yang normal. Namun ternyata, irigasi juga dapat dilakukan pada lahan gambut dengan memperhatikan beberapa hal.

Penanganan lahan gambut perlu perhatian khusus karena karakteristiknya yang unik. "Sifat gambut terutama kaitannya dengan kemampuannya menyimpan air dan juga mengalirkan air sangat berbeda dengan tanah mineral," kata pakar irigasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Indra Setiawan, seperti disitat dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (2/7/2012).

Indra menyebut, lahan gambut terbentuk dari bahan organik yang sangat poros, sehingga kemampuan menyimpan air sangat rendah. Demikian pula kemampuan mengalirkan airnya sangat tinggi sehingga air sulit disimpan di lahan gambut. "Air juga menjadi sulit diserap oleh akar tanaman. Jika lahan gambut mengalami kekeringan sedikit saja, otomatis tanaman akan sulit mengambil air itu. Kebanyakan lahan gambut ada di lahan basah yang banyak airnya," tutur Indra.

Namun yang menjadi masalah jika lahan tersebut digunakan untuk pertanian. Karena terlalu banyak air, maka harus dicarikan solusi bagaimana mengurangi air melalui kegiatan drainase atau pengurangan air dengan mempertimbangkan apakah tanaman itu masih mampu menyerap air.

"Hal paling penting adalah masalah cuaca, hujan, dan musim. Itu harus menjadi perhatian penting dalam memanfaatkan lahan gambut untuk pertanian. Harus tahu persis kondisi cuaca yang tepat, tidak banyak air dan juga tidak kekurangan air," ungkapnya.

Menurut Indra, irigasi atau drainase itu harus disesuaikan dengan kondisi iklim. Sebab, inti irigasi adalah mengkondisikan agar kelembaban tanah berada pada kisaran yang optimum bagi pertumbuhan tanaman. "Kita tahu, kalau kadar air tanah itu berkisar antara kapasitas lapang dan titik layu permanen itulah kondisi kelembaban tanah yang optimum," katanya.

Setiap lahan gambut, lanjutnya, memiliki kelembaban yang berbeda-beda. Maka yang terpenting ketika akan melakukan irigasi di lahan gambut adalah harus mengetahui kondisi fisik dan hidrolika tanah gambut. "Persoalan ini adalah persoalan sangat dasar yang harus diketahui," imbuhnya.

Indra menyatakan, lahan gambut juga sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Pasang surut adalah naik turunnnya permukaan air laut. Kemampuan mengetahui pengaruh pasang surut terhadap muka air tanah  gambut itu menjadi penting karena hal itu tidak bisa diprediksi.

"Pasang surut dalam satu hari itu bisa terjadi dalam beberapa kali, maka dari itu pengukuran terhadap pasang surut harus dilakukan secara intensif. Tidak hanya dilakukan per hari, minimal tiap jam agar lebih intensif sehingga jauh lebih baik. Di sinilah peranan instrumentasi sangat penting," ujar Indra.

Karena lahan gambut itu banyak sekali digenangi oleh air, bukan berarti lahan gambut cocok untuk tanaman padi mengingat lahan pertanian di pulau Jawa yang semakin sempit. "Memang padi lebih cocok untuk lahan gambut, mengingat lahan gambut sangat luas bentangannya dan selalu digenangi oleh air. Akan tetapi cara-cara tradisional tidak bisa diterapkan di dalam menangani padi di lahan gambut ini. Harus dibarengi dengan teknologi. Jika tidak, maka keuntungan finansial tidak akan didapatkan," tukasnya.

Mengingat lahan gambut dan tanaman padi memerlukan perhatian yang ekstra intensif, serta berkeinginan mendapatkan keuntungan secara finansial besar dan minim perawatan, maka tanaman industrilah yang cocok di lahan gambut. Contohnya tanaman kelapa sawit, hutan tanaman industri, akasia, dan sebagainya. "Tanaman industri tersebut memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi karena  aktivitas budidayanya tidak seintensif padi," paparnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป