Kecipir Antarkan Sosiawan Jadi Doktor

Rabu, 27 Juni 2012 19:03 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Kecipir Antarkan Sosiawan Jadi Doktor Ilustrasi : Kecipir(hungerhunger.blogspot.com) JAKARTA - Bagi pecinta makanan urap atau lalapan tentu tidak asing dengan tanaman kecipir. Namun, siapa sangka jenis tanaman legum ini memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan dan protein masyarakat tropis.

Kecipir atau sebut saja Jaat yang dikenal oleh masyarakat Jawa Barat dan misalnya Kelongkang yang akrab di masyarakat Bali, serta beberapa nama lainnya di berbagai daerah Indonesia merupakan salah satu tanaman legum yang memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan dan protein masyarakat tropis.  Hal tersebut dikemukakan Sosiawan Nusifera ketika menyampaikan disertasinya, “Diversitas Genetik dan Respons Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.DC) terhadap Pemangkasan Reproduktif” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Ruang Sidang Promosi Doktor Universitas Padjadjaran (Unpad). Dia menyebut, besarnya potensi yang dimiliki kenikir menuntut perhatian lebih terhadap tanaman tersebut melalui usaha-usaha pengembangan yang lebih terarah.

Bukan kali ini saja Sosiawan meneliti tanaman legum. Sejak di jenjang sarjana, dosen Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Unja) tersebut telah jatuh cinta terhadap tanaman legum, seperti kacang hijau, bengkuang, kedelai, dan kini kecipir. Sosiawan mengungkap, tidak menutup kemungkinan posisi tawar kecipir yang sekarang hanya dipandang sebagai tanaman sela atau tanaman pekarangan ini nantinya akan sebanding dengan tanaman pangan yang sekarang populer. “Kecipir sekarang ini seperti kedelai beberapa puluh tahun lalu. Dan, tidak menutup kemungkinan posisi kedelai dapat tergantikan oleh kecipir,” ujar Sosiawan, seperti dikutip dari laman Unpad, Rabu (27/6/2012).

Salah satu bentuk pengembangan tanaman kecipir, lanjut Sosiawan adalah melalui program pemuliaan. Selain itu, pengembangan tanaman kecipir dapat pula dilakukan melalui pendekatan dari aspek budidaya tanamannya. Salah satu teknik budidaya yang telah lama dikenal adalah pemangkasan (pruning) seperti yang dilakukan oleh Setiawan dalam penelitiannya. Pemangkasan dilakukan dengan berbagai macam tujuan seperti estetika, merangsang pembungaan, membentuk tajuk produktif, dan mengurangi daun-daun yang bersifat parasite fotosintat, yaitu daun yang ternaungi. “Pemangkasan salah satu dari organ tanaman juga dilakukan dengan tujuan mengurangi kompetisi asimilat antarorgan-organ tertentu,” tambahnya.

Penelitian Sosiawan bertujuan untuk mengetahui pola diversitas genetik 51 kecipir dari berbagai daerah di Nusantara. Setelah penelitian selama tiga tahun, Sosiawan berhasil mengetahui respons kecipir terhadap pemangkasan reproduktif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Sosiawan menemukan perbedaan respons aksesi kecipir terhadap pemangkasan pemangkasan reproduktif pada dua musim tanam berbeda. "Sebaiknya pemangkasan reproduktif dilakukan pada musim hujan, karena jika tidak dilakukan hasil ubi per tanaman akan jauh lebih rendah jika tidak dipangkas," tutur Sosiawan.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »