NEWS KAMPUS
Kampus Perlu Komersilkan Hasil Riset
Rabu, 27 Juni 2012 14:18 wib
Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone
Image: corbis.com
JAKARTA - Sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air kini tengah menuju kampus berbasis riset. Tujuannya, untuk menghasilkan produk yang dapat dipatenkan. Namun ada satu hal yang hilang.
Perguruan tinggi seharusnya tidak hanya mampu menghasilkan produk riset, tetapi juga menjual produk tersebut untuk membiayai kegiatan operasional mereka. Jika pola ini diterapkan, maka perguruan-perguruan tinggi di Indonesia tidak lagi selalu bergantung pada bantuan dana dari pemerintah maupun sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) dari mahasiswa.
Pola tersebut bisa diterapkan jika perguruan tinggi memanfaatkan lembaga transfer teknologi. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Transfer Teknologi Washington State University, Amerika Serikat, Keith Jones, Ph.D., dalam sebuah seminar di LPPM Universitas Gadjah Mada (UGM), lembaga ini berfungsi menjembatani kampus dengan pihak ketiga untuk memasarkan produk hasil riset mereka. Ia akan mengelola hasil kekayaan intelektual kampus untuk kepentingan bisnis dan industri. Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi menjadi lebih relevan di tengah masyarakat.
"Perlindungan terhadap kekayaan intelektual ini terdiri atas pengurusan paten, perlindungan varietas, merek dagang, dan hak cipta," kata Keith, seperti disitat dari situs UGM, Rabu (27/6/2012).
Keith menyebut, rata-rata, kurang dari satu persen hasil riset perguruan tinggi Indonesia yang bisa dipatenkan. Dari jumlah itu juga, tidak semua bisa dimanfaatkan secara komersial. Dia membandingkan, di kampusnya, sekira 11 persen dari total hasil riset mendapat paten.
"Dari hasil paten yang sudah melalui proses transfer teknologi sehingga dapat digunakan untuk bisnis dan industri, tiap tahun kami mendapat USD500 ribu," imbuhnya.
Keberadaan lembaga transfer teknologi, menurut Keith, pun menjadi sangat penting bagi perguruan tinggi. Tidak hanya itu, para peneliti di kampus juga perlu mengubah pola pikir ilmiah menjadi berorientasi bisnis juga. "Beberapa universitas di Indonesia saat ini tengah menuju ke arah itu," katanya. (rfa)
Berita Selengkapnya Klik di Sini