7 Tanda Burnout

Senin, 25 Juni 2012 16:15 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

7 Tanda Burnout Image: debtfreescholar KATA "burnout" relatif baru. Dicetuskan pertama kali pada 1974 oleh Herbert Freudenberger. Kata ini bermakna "musnahnya motivasi atau insentif, khususnya ketika komitmen seseorang pada suatu pekerjaan atau hubungan gagal memproduksi hasil yang diinginkan."

Burnout disebabkan oleh stres berat yang berkepanjangan dan dapat mengarah kepada berkurangnya kondisi fisik (menurunnya imunitas, kehilangan energi) dan kelelahan emosional (kebosanan dan motivasi yang rendah). Burnout kuliah sama dengan burnout pada umumnya, hanya gejalanya dirasakan oleh para mahasiswa ketimbang para karyawan pada umumnya.

Nah, untuk mencari tahu apakah kamu mengalami burnout, yuk kenali gejalanya, seperti dilansir situs Debt Free Scholar, Senin (25/6/2012).

Kehilangan motivasi


Kebanyakan mahasiswa yang mengalami burnout merasakan menurunnya motivasi. Mereka tidak lagi berkeinginan meningkatkan prestasi. Meskipun mereka mungkin tetap mengerjakan tugas-tugas dan mengikuti kuliah, mereka tidak berhasrat mengambil tugas-tugas tambahan.

Terus kehilangan energi

Ketika mahasiswa menderita burnout, mereka merasakan terus menerus kehilangan energi. Menyelesaikan tugas sehari-hari saja akan membuat mereka merasa menghabiskan banyak energi. Kebanyakan mahasiswa memang merasa lelah, tetapi mereka yang mengalami burnout merasakan kelelahan berkepanjangan, bahkan ketika mereka tidur.

Bosan

Selama burnout kuliah, mahasiswa seringkali merasa bosan. Tidak ada yang menarik perhatian mereka untuk waktu cukup lama. Bahkan, hobi dan kegemaran mereka akan terasa membosankan dan tidak berguna.

Tidak mampu berkonsentrasi

Berkonsentrasi pada pelajaran atau tugas lain selama kurun waktu tertentu akan menjadi hal yang mustahil bagi mereka yang merasakan burnout kuliah. Karena kebosanan dan kurangnya motivasi, pikiran mereka akan sering tidak fokus, akibatnya belajar pun akan menjadi sangat sulit.

Nilai terus turun

Minimnya motivasi dan kemampuan berkonsentrasi tersebut akan menyebabkan nilai-nilai kuliah menurun. Kegagalan ini akan menyumbang perasaan gagal yang mereka alami, dan gejala burnout pun akan makin parah.

Terasing

Bahkan orang-orang paling sosial, ketika mengalami burnout, akan merasakan keterasingan dari teman-teman mereka. Mereka akan menghindari perkumpulan dan memilih duduk sendiri ketimbang berbaur dengan orang lain. Seringnya, hal ini terjadi karena mereka khawatir akan apa yang orang pikirkan tentang diri mereka yang tidak termotivasi itu.

Menurunnya daya tahan tubuh

Kerap kali, mahasiswa yang merasakan burnout akan kehilangan daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit. Kebanyakan mereka akan mengeluh sakit kepala, sakit punggung, atau nyeri leher tanpa penyebab yang jelas. Sebagai tambahan, mereka juga akan mudah terserang penyakit seperti flu atau demam.

Nah, jika kamu mengalami gejala-gejala ini, kamu mungkin menjadi korban burnout kuliah. Jika kamu merasa mengalami burnout, segera berkonsultasi dengan dokter. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป