Image: debtfreescholar
KATA "burnout" relatif baru. Dicetuskan pertama kali pada 1974 oleh Herbert Freudenberger. Kata ini bermakna "musnahnya motivasi atau insentif, khususnya ketika komitmen seseorang pada suatu pekerjaan atau hubungan gagal memproduksi hasil yang diinginkan."
Burnout disebabkan oleh stres berat yang berkepanjangan dan dapat mengarah kepada berkurangnya kondisi fisik (menurunnya imunitas, kehilangan energi) dan kelelahan emosional (kebosanan dan motivasi yang rendah). Burnout kuliah sama dengan burnout pada umumnya, hanya gejalanya dirasakan oleh para mahasiswa ketimbang para karyawan pada umumnya.
Nah, untuk mencari tahu apakah kamu mengalami burnout, yuk kenali gejalanya, seperti dilansir situs Debt Free Scholar, Senin (25/6/2012).
Kehilangan motivasi
Kebanyakan mahasiswa yang mengalami burnout merasakan menurunnya motivasi. Mereka tidak lagi berkeinginan meningkatkan prestasi. Meskipun mereka mungkin tetap mengerjakan tugas-tugas dan mengikuti kuliah, mereka tidak berhasrat mengambil tugas-tugas tambahan.
Terus kehilangan energi
Ketika mahasiswa menderita burnout, mereka merasakan terus menerus kehilangan energi. Menyelesaikan tugas sehari-hari saja akan membuat mereka merasa menghabiskan banyak energi. Kebanyakan mahasiswa memang merasa lelah, tetapi mereka yang mengalami burnout merasakan kelelahan berkepanjangan, bahkan ketika mereka tidur.
Bosan
Selama burnout kuliah, mahasiswa seringkali merasa bosan. Tidak ada yang menarik perhatian mereka untuk waktu cukup lama. Bahkan, hobi dan kegemaran mereka akan terasa membosankan dan tidak berguna.
Tidak mampu berkonsentrasi
Berkonsentrasi pada pelajaran atau tugas lain selama kurun waktu tertentu akan menjadi hal yang mustahil bagi mereka yang merasakan burnout kuliah. Karena kebosanan dan kurangnya motivasi, pikiran mereka akan sering tidak fokus, akibatnya belajar pun akan menjadi sangat sulit.
Nilai terus turun
Minimnya motivasi dan kemampuan berkonsentrasi tersebut akan menyebabkan nilai-nilai kuliah menurun. Kegagalan ini akan menyumbang perasaan gagal yang mereka alami, dan gejala burnout pun akan makin parah.
Terasing
Bahkan orang-orang paling sosial, ketika mengalami burnout, akan merasakan keterasingan dari teman-teman mereka. Mereka akan menghindari perkumpulan dan memilih duduk sendiri ketimbang berbaur dengan orang lain. Seringnya, hal ini terjadi karena mereka khawatir akan apa yang orang pikirkan tentang diri mereka yang tidak termotivasi itu.
Menurunnya daya tahan tubuh
Kerap kali, mahasiswa yang merasakan burnout akan kehilangan daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit. Kebanyakan mereka akan mengeluh sakit kepala, sakit punggung, atau nyeri leher tanpa penyebab yang jelas. Sebagai tambahan, mereka juga akan mudah terserang penyakit seperti flu atau demam.
Nah, jika kamu mengalami gejala-gejala ini, kamu mungkin menjadi korban burnout kuliah. Jika kamu merasa mengalami burnout, segera berkonsultasi dengan dokter. (rfa)
getting time ...
Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.
Rabu, 19 Juni 2013 13:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:30 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 16:12 WIB