Biaya Kuliah Tidak Tergantung Demand

Jum'at, 22 Juni 2012 14:18 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Biaya Kuliah Tidak Tergantung Demand Ilustrasi: ist. JAKARTA - Dalam ilmu ekonomi ada prinsip, harga naik ketika permintaan (demand) atas barang naik. Prinsip ini pula yang ditengarai berlaku pada "industri" pendidikan tinggi.

Tudingan itu salah satunya dialamatkan pada bidang pendidikan kedokteran. Banyak pihak menyebut, tingginya biaya pendidikan kedokteran disebabkan logika pasar. Namun, anggapan ini ditepis Rektor Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi, MES, P.hd. Menurut Sudharto, perguruan tinggi bukanlah pasar, melainkan lembaga yang menghasilkan calon pemimpin bangsa.

"Saya sama sekali tidak setuju jika ada yang menyebut biaya Fakultas Kedokteran tinggi karena logika pasar, demand naik lalu harga naik. Perguruan tinggi bukan pasar dan bukan unit bisnis. Kampus adalah unit pendidikan," ujar Sudharto dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat (22/6/2012).

Sebagai lembaga pendidikan, kata Sudharto, kampus bertugas melahirkan sarjana unggul dan menghasilkan berbagai penelitian berdaya guna. Sudharto mengklaim, Undip bukan lembaga komersial. Hal ini terlihat pada jurusan Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kedokteran. Meski keduanya merupakan jurusan favorit, Undip tidak serta merta menaikkan biaya kuliah.

Biaya kuliah di Ilmu Komunikasi, kata Sudharto, sama dengan program studi lain di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Menurutnya, yang menjadi dasar penentuan biaya kuliah adalah biaya operasional untuk memenuhi kebutuhan seorang mahasiswa menjadi sarjana, baik itu di bidang komunikasi, kedokteran, maupun bidang lainnya.

"Biaya kedokteran tinggi karena memang butuh biaya operasional cukup banyak, misalnya untuk praktikum dan laboratorium. Belum lagi masa studi di Fakultas Kedokteran cenderung lebih lama dari bidang studi lain. Tetapi, biaya ini pun sudah dihitung, minimal Rp25 juta per mahasiswa per tahun," ujar Sudharto.

Dia juga mengklaim, biaya kuliah di Undip melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini lebih murah dibandingkan tahun lalu. Begitu pula dengan biaya sumbangan, turun dari Rp25 juta menjadi Rp20 juta.

Jalur lainnya, yakni Ujian Mandiri (UM), memang mengutip biaya kuliah sedikit lebih mahal. "Tetapi, hal ini dimaksudkan untuk menutupi kebutuhan subsidi silang bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN," tegasnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป