Olimpiade Sains untuk Madrasah

Kamis, 21 Juni 2012 17:03 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : Corbis Ilustrasi : Corbis JAKARTA - Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) ingin mengubah paradigma jika lembaga pendidikan madrasah hanya berbasis kepada pendidikan agama saja tapi juga maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Untuk itu akan digelar Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional dan Expo Madrasah MEDP Tahun 2012.

“Ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa di madrasah, pendidikan sains dan teknologi juga sangat maju. Dan pelajaran Agama Islam justru merupakan nilai tambah, yang tidak didapat di pendidikan umum,” kata Direktur Pendidikan Madrasah Dedi Djubaedi, seperti disitat dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (21/6/2012).

Ajang ini, lanjutnya, juga menjadi momentum yang baik dalam memetakan siswa-siswi madrasah yang berprestasi, untuk diikutsertakan dalam Olimpiade Sains Tingkat Internasional. Selain olimpiade sains, turut pula diadakan Rembuk Nasional Guru Madrasah guna mempererat persatuan dan kesatuan para guru, serta memotivasi dan meningkatkan percaya diri mereka dalam meningkatkan profesionalisme mereka di pendidikan madrasah.

“Rembug nasional ini juga bertujuan untuk jadi ajang komunikasi dan pertukaran informasi antarguru madrasah, memetakan problem di madrasah untuk dicari solusinya, juga untuk menyusun rencana aksi bagi peningkatan mutu guru dan pendidikan madrasah,” tuturnya.

Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional yang akan berlangsung di Bandung pada 25-29 Juni mendatang, akan melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB). Keterlibatan ITB, bukan tanpa alasan. ITB dinilai paling kredibel dalam konteks pengembangan sains dan teknologi di Indonesia.

“Sebagai upaya untuk menjaga mutu Kompetisi ini kami bekerjasama dengan ITB. Dengan kompetisi yang bermutu, maka akan memupuk motivasi dan gairah siswa dalam sains, sehingga bisa berprestasi tak hanya di tingkat nasional, bahkan diharapkan mampu berkompetisi di Internasional,” ungkap Kasubdit Kesiswaan Pendidikan Madrasah, Sastra Djuanda.

Menurut Sastra, untuk bidang kompetisi di jenjang Madrasah Tsanawiyah, meliputi Matematika, Fisika dan Biologi. Sedangkan untuk Madrasah Aliyah, meliputi Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan Ekonomi. “Kompetisi ini sudah mengacu pada standar kompetisi Internasional. Peserta akan memperebutkan 24 Medali Emas, 48 Perak dan 72 Medali Perunggu,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua CPMU Pendidikan Madrasah Jamaluddin menyebut, selain lomba sains juga akan digelar Lomba Film Pendek. Film pendek tersebut dibuat dengan memanfaatkan ponsel dan komputer, sehingga tidak menyulitkan siswa peserta. “Yang kami kuatkan penilaian dalam hal misi atau pesan yang dibangun dalam film pendek tersebut. Bagaimana muncul kreativitas dalam peralatan yang sederhana,” imbuh Jamaluddin.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป