Bekal Rp600 Ribu, Juli Kuliah di IPB

Sabtu, 16 Juni 2012 14:13 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Image: corbis.com Image: corbis.com JAKARTA - Biasanya, sebagai mahasiswa baru kita akan mendaftar ulang di kampus dengan ditemani orangtua. Tetapi, di tengah hiruk-pikuk masa pendaftaran mahasiswa baru di Institut Pertanian Bogor (IPB), Juliana datang seorang diri.

Juli, demikian dia biasa disapa, merupakan alumnus SMA 1 Tayu Pati, Jawa Tengah. Tidak hanya seorang diri, dia juga hanya membawa uang Rp600 ribu, pemberian guru-guru sekolahnya, ketika mendatangi kampus pilihannya tersebut.

Juli memang datang bukan dari keluarga berada. Sang ibu hanya bekerja sebagai pengupas kacang. Sementara sang ayah, meninggalkan Juli dan adiknya sejak kecil.

"Ibu mengupas kacang hingga tangannya melepuh, dan dibayar Rp20 ribu untuk tiap karung kacang yang dikupasnya. Sementara ayah tiri saya menjadi supir, penghasilannya sekira Rp500 ribu per bulan, itu pun tidak tentu," ujar Juli.

Juli tidak tinggal diam. Dia pun bekerja sebagai pelatih pramuka dan guru mengaji setiap pulang sekolah. Dari pekerjaannya ini, dia mendapat bayaran Rp60 ribu per bulan. Juli juga berjualan pulsa elektrik dengan bantuan modal dari temannya.

Di tengah minimnya kondisi perekonomian keluarganya, asa Juli mendapatkan pendidikan tinggi tidak redup. Dia pun mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan dan memilih Departemen Ilmu Gizi IPB.

Sejak dulu, Juli memang ingin masuk IPB. Terlebih lagi ketika mengetahui kampus pertanian ini peduli pada mahasiswanya yang tidak mampu. Juli pun tidak perlu memusingkan biaya kuliah hingga lulus nanti berkat Bidik Misi yang diterimanya.

"Alhamdulillah, akhirnya saya bisa kuliah, terima kasih IPB telah memberikan kesempatan  sangat berharga ini pada saya," kata Juli. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป