NEWS KAMPUS

Pemuda Miskin Pesimistis Raih Masa Depan Cerah

Selasa, 12 Juni 2012 14:03 wib
Margaret Puspitarini - Okezone
Foto : Guru Besar University of Newcastle Australia, Pamela Nilan(Bramantyo/okezone) Foto : Guru Besar University of Newcastle Australia, Pamela Nilan(Bramantyo/okezone)

JAKARTA - Sebagai generasi penerus tentu tiap pemuda harus memiliki impian setinggi-tingginya serta kesempatan untuk dapat mewujudkan impian tersebut. Sayangnya, tidak semua pemuda Tanah Air merasa optimistis, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin. Mereka menganggap masa depan mereka suram karena semakin mahalnya biaya pendidikan yang sulit mereka akses sementara mereka meyakini pendidikan merupakan jaminan dari masa depan yang lebih baik.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Guru Besar Universitas Newcastle, Australia, Pamela Nilan menyebutkan, anak muda dari kelas sosial bawah di Indonesia merasa tidak mempunyai peluang besar di masa depan karena faktor ekonomi. “Salah satunya adalah biaya pendidikan yang mahal,” kata Nilan dalam kuliah umum Indonesian Youth in the New Millenium: What Do They Think Lies Head, di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM). Demikian, seperti disitat dari laman UGM, Selasa (12/6/2012).

Nilan mengungkapkan, impian anak muda terhadap masa depan yang sukses dipengaruhi oleh status sosial ekonomi mereka. Anak muda dari kelas sosial bawah cenderung melihat bahwa kurangnya uang, akses, kesempatan, dan sumber daya sebagai hambatan untuk meraih kesuksesan. “Berbeda pada anak muda dari kelas sosial atas, hambatan untuk meraih sukses justru terletak pada sifat negatif dari diri mereka sendiri,” ujarnya menambahkan.

Dari ribuan pemuda yang disurvei di sembilan lokasi, yakni Jakarta, Bali, Solo, Yogjakarta, Banjarnegara, Lombok, Flores, Sorowako, dan Sumatra Barat, masa depan mereka anggap baik apabila mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Mayoritas menginginkan karier dan pekerjaan yang lebih baik daripada orangtua mereka sebelumnya. Sepertiga dari pemuda yang disurvei menginginkan pekerjaan profesional. Kalangan perempuan menginginkan pekerjaan profesional dibanding laki-laki. Sebagian besar dari mereka menginginkan bekerja di sektor privat (swasta) dan hanya 7,6 persen tertarik pada pekerjaan sebagai pegawai negeri.(mrg) (rhs)


Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

SPEAK UP

Duh, Pusing Pilih Jurusan Nih

Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.

BACA JUGA »